Page 41 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 41

kuahnya kuning, rasanya penuh rempah, ditaburi kerupuk   Memangnya tinggal di Yogya itu buruk banget apa piye?
 merah dan irisan daging yang digoreng kering. Meski  Orang-orang dari berbagai daerah saja datang ke sini
 dagingnya kering, tetapi empuk.     berwisata  sek    jug  k  Univ
               sini bagus-bagus, orang pada berebut mau kuliah di sini.
 Tak terasa, aku meneguk air liurku dan tak menyadari
 pandangan sinis dari Wira.   Kowe malah ngeluh. Apa kami ini ora layak jadi temanmu?
               Kamu merasa lebih keren dari kami? Ora! Kamu enggak
 “Kamu pasti sedang membandingkan soto di sini  lebih keren!”
 dan di Bengkulu. Iya, kan? Dasar tukang keluh. Apa-  Aku tak membantah Wira. Biarkan saja dia melepas
 apa dikeluhkan, ini ora  enak, itu enggak enak! Bahkan
               unek-uneknya, aku terima semua itu.
 sampai teman pun kamu keluhkan dan pajang di media
 sosialmu. Kamu ngerti ora, kalau tindakanmu itu salah?  Wira akhirnya berhenti mengoceh. “Ya wis, nanti aku
 Menyebarkan foto orang tanpa izin di media sosial bisa  bantu. Piye carane? Apa rencanamu?”
 melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi  Asyik, akhirnya Wira bersedia membantuku. Namun,
 Elektr        k  mengolok-oloknya  k
               iya juga ya, apa yang harus aku lakukan? Aku tak punya
 kena pasal pidana tindakan yang tidak menyenangkan,”  rencana.
 tiba  Wir  mengoc  lancar
                   Aha! Aku akan mendatangi rumah Gendhis dan
   iya  ak  ing  K  Wir    jik  bapakny
 bek    Lembag    Huk  P    Wir     membawakan oleh-oleh. “Gendhis hobinya apa, ya? Atau,
               apa makanan kesukaannya?” tanyaku pada Wira.
 paham pasal-pasal begitu. Eh, bagaimana jika Gendhis
   menyew    bapakny  Wir    menuntutk   Wira  mengangkat  bahu.  “Gendhis  itu  anak  yang
   jang      t  Ak    mera  Wir   tertutup. Dia bahkan tak mengizinkan aku main ke
 agar membantuku minta maaf pada Gendhis. Lagipula,  rumahnya  Padahal    k  dek
 tidak enak rasanya bermusuhan dengan teman.   alasannya.”
 “Iya, aku tahu aku salah. Aku benar-benar minta  Hmm, enaknya bawa apa, ya? Oh, iya! Bagaimana
 maaf. Aku masih kaget dan tak terima nasibku karena  kalau aku bawakan kue bay tat saja? Kebetulan kemarin
 harus pindah ke sini. Namun, aku tak berniat menyakiti  Mama baru mendapat kiriman dari Mak Dang. Tidak ada
   Gendhis  jug  k  Maafk  aku,  k  Wir   orang yang tidak suka kue bay tat. Rasanya kan mirip
 dengan sungguh-sungguh.   kue nastar. Gendhis pasti suka nastar. “Nanti sore kita ke
               sana,” kataku pada Wira.
 Wira  menghela  napas,  “Kamu  itu  kudu  nrimo,
 bapakmu kerja di sini ya kamu manut, ikut saja.




 32  Misteri Drumben Tengah Malam                Bab 5 Maaf    33
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46