Page 40 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 40

kuahnya kuning, rasanya penuh rempah, ditaburi kerupuk                         Memangnya tinggal di Yogya itu buruk banget apa piye?
             merah dan irisan daging yang digoreng kering. Meski                            Orang-orang dari berbagai daerah saja datang ke sini
             dagingnya kering, tetapi empuk.                                                  berwisata  sek    jug  k  Univ
                                                                                            sini bagus-bagus, orang pada berebut mau kuliah di sini.
                 Tak terasa, aku meneguk air liurku dan tak menyadari
             pandangan sinis dari Wira.                                                     Kowe malah ngeluh. Apa kami ini ora layak jadi temanmu?
                                                                                            Kamu merasa lebih keren dari kami? Ora! Kamu enggak
                 “Kamu pasti sedang membandingkan soto di sini                              lebih keren!”
             dan di Bengkulu. Iya, kan? Dasar tukang keluh. Apa-                                Aku tak membantah Wira. Biarkan saja dia melepas
             apa dikeluhkan, ini ora  enak, itu enggak enak! Bahkan
                                                                                            unek-uneknya, aku terima semua itu.
             sampai teman pun kamu keluhkan dan pajang di media
             sosialmu. Kamu ngerti ora, kalau tindakanmu itu salah?                             Wira akhirnya berhenti mengoceh. “Ya wis, nanti aku
             Menyebarkan foto orang tanpa izin di media sosial bisa                         bantu. Piye carane? Apa rencanamu?”
             melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi                                    Asyik, akhirnya Wira bersedia membantuku. Namun,
             Elektr        k  mengolok-oloknya  k
                                                                                            iya juga ya, apa yang harus aku lakukan? Aku tak punya
             kena pasal pidana tindakan yang tidak menyenangkan,”                           rencana.
             tiba  Wir  mengoc  lancar
                                                                                                Aha! Aku akan mendatangi rumah Gendhis dan
                   iya  ak  ing  K  Wir    jik  bapakny
             bek    Lembag    Huk  P    Wir                                                 membawakan oleh-oleh. “Gendhis hobinya apa, ya? Atau,
                                                                                            apa makanan kesukaannya?” tanyaku pada Wira.
             paham pasal-pasal begitu. Eh, bagaimana jika Gendhis
               menyew    bapakny  Wir    menuntutk                                              Wira  mengangkat  bahu.  “Gendhis  itu  anak  yang
               jang      t  Ak    mera  Wir                                                 tertutup. Dia bahkan tak mengizinkan aku main ke
             agar membantuku minta maaf pada Gendhis. Lagipula,                             rumahnya  Padahal    k  dek
             tidak enak rasanya bermusuhan dengan teman.                                    alasannya.”
                 “Iya, aku tahu aku salah. Aku benar-benar minta                                Hmm, enaknya bawa apa, ya? Oh, iya! Bagaimana
             maaf. Aku masih kaget dan tak terima nasibku karena                            kalau aku bawakan kue bay tat saja? Kebetulan kemarin
             harus pindah ke sini. Namun, aku tak berniat menyakiti                         Mama baru mendapat kiriman dari Mak Dang. Tidak ada
               Gendhis  jug  k  Maafk  aku,  k  Wir                                         orang yang tidak suka kue bay tat. Rasanya kan mirip
             dengan sungguh-sungguh.                                                        kue nastar. Gendhis pasti suka nastar. “Nanti sore kita ke
                                                                                            sana,” kataku pada Wira.
                 Wira  menghela  napas,  “Kamu  itu  kudu  nrimo,
             bapakmu kerja di sini ya kamu manut, ikut saja.




              32      Misteri Drumben Tengah Malam                                                                            Bab 5 Maaf    33
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45