Page 39 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 39

Bab 5


                                   Maaf






               Sudah berhari-hari Gendhis mendiamkanku. Dia bahkan
               tak mau duduk sebangku denganku. Dia lebih memilih
               duduk di bangku yang kakinya sudah reyot daripada
               duduk bersamaku.
                   Tak hanya Gendhis, Wira dan teman-teman yang lain

               juga diam. Sepertinya semua melakukan aksi solidaritas
               untuk Gendhis.

                   Aku sudah berusaha meminta maaf, tetapi melihat
               wajahku saja Gendhis enggan. Aku jadi salah tingkah.
               Sampai kapan Gendhis akan mendiamkanku?
                   “Wir,  tolonglah  aku,”  pintaku  pada  Wira  saat  jam
               istirahat. Namun, Wira cuek saja sambil menikmati soto
               di hadapannya. “Bantu aku agar Gendhis memaafkanku.
               Mau  ya  Wir,  ya,  ya,  ya?”  aku  mengguncang-guncang
               tangannya.
                   Wira  menyeruput  kuah  soto  keras-keras,  “Aaaah,
               enaknya,” serunya sambil mengelap mulut dengan
               lengannya. Sepertinya dia berpura-pura saja. Soto itu
               pasti tak enak. Kuahnya bening, seperti air leding yang
               diberi suwiran daging. Berbeda sekali dengan soto di
               Bengk  y  biasany      or  Minang  W








 30                                              Bab 5 Maaf    31
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44