Page 43 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 43

“Kalau kita diusir, piye?” tanya Wira.   mengikutinya. Ngg, aku harus ngomong apa, ya? Aku takut
               salah bicara dan membuat Gendhis bertambah murka.
 Aku menggeleng. Andai diusir, aku tak mau pulang.
 Aku akan terus berdiri di depan rumahnya sampai dia  Aku melirik Wira, memohon bantuan. Namun, Wira
 memaafkanku.   malah duduk santai di sofa yang kulit joknya sudah retak-
 Sore  harinya,  Mama  mengantarku  ke  rumah  Wira.   retak. Ada busa yang menyembul dari sofa itu.
 Rumah Wira hanya selemparan batu dari rumah Gendhis.   “Aku minta maaf, Gendhis. Maafkan aku, ya? Aku
 Di tanganku, dua kotak kue bay tat siap untuk kuberikan   tak mau kita bermusuhan. Aku tahu aku jahat, aku janji
 pada Gendhis.  tak akan mengulanginya lagi,” aku berkata lirih sembari
               menyodorkan  asoy  alias tas plastik berisi kue bay tat
 “Minta maaf yang tulus, jangan cengengesan. Kau
               kepada Gendhis.
 yang bersalah, kau harus jantan,” pesan Mama sebelum
 meninggalkan aku di rumah Wira.   “Iki apa? Sogokan? Kamu pikir aku mudah disogok?

 Baiklah!  Dengan  mantap,  aku  dan  Wira  melangkah   Ih, apa ini?” Gendhis mengintip isi tas plastik. “Kue bay
               tat? Maksude, kue bantat? Kue bantat kok dijual. Anehnya
 ke rumah Gendhis. Rumahnya tampak sepi. Namun,
               lagi, kok ada yang mau beli, hahaha …!” Gendhis tertawa.
 tiba-tiba terdengar suara Gendhis menyanyi. Gendhis  Wajahnya nampak culas.
 menyanyi untuk siapa?

 Aku mengetuk pintu rumah Gendhis. Kayu pintu yang
 lapuk membuat suara ketukanku tak seberapa keras.
 Wira membantuku, dia mengetuk lebih keras. Usaha
 Wira berhasil, ada yang membuka pintu.

 “Wira?  Heh,  KAMU?”  Gendhis  melotot  melihatku.
 “Mau apa kamu?”

 Lututku mendadak gemetar melihat wajah Gendhis
 yang penuh amarah. Aneh, pada kuntilanak aku tak takut,
 tetapi pada manusia seperti Gendhis aku malah gemetar.

 Gendhis membalik tubuh, masuk ke rumahnya.
 Seper  k  dicoc  hidungnya  ak    Wir







 34  Misteri Drumben Tengah Malam                              35
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48