Page 34 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 34
berbelanja. Tentu saja aku tak percaya, paling-paling Meski lambat, akhirnya nasi di piringku habis juga.
ini akal-akalan Mama agar aku mau makan makanan Jangan coba-coba tidak menghabiskan makanan di
mengerikan itu. rumah ini. Melihat satu butir nasi tersisa di piring saja
Mama bisa cemberut berhari-hari, apalagi sisa banyak.
Aku mengaduk-aduk isi lemari, tetapi tidak ada satu
pun mie instan di sana. Begitu juga ketika aku melongok isi “Pandai nian anak Mama, makanannya habis! Dewi
kulkas. Kosong melompong! Duh, aku harus makan apa? Sri tersenyum melihat piringmu licin begitu,” puji Mama.
“Sudahlah, makan ini saja, Ini namanya brongkos. Alamak. Siapo pulo Dewi Sri? Ambo tak kenal.
Makanan khas Yogya. Kamu jangan berprasangka buruk
Melihatku menggaruk-garuk kepala, Mama tertawa
dulu. Ini enak, kok. Coba cicip,” Mama menyodorkan
dan bilang bahwa Dewi Sri itu dewi padi.
sendoknya ke mulutku.
Aku semakin menggaruk kepala, tanda aku tak
Aku makan sambil memejamkan mata. Di luar
paham. Namun sudahlah, aku mengangguk-angguk saja
dugaanku, rasa brongkos ini lumayan. Sepertinya aku
dan menyimak. Mama memang punya pengetahuan
bisa makan ini dengan satu syarat, yaitu jangan melihat
yang luas, banyak hal yang Mama tahu dan aku tidak
penampakannya. Kalau aku nekad membuka mata, bisa-
tahu. Meski demikian, Mama tak pernah sok pintar, tidak
bisa isi perutku tumpah ruah.
seperti … ah! Lagi-lagi aku teringat Gendhis.
“Ma, aku ke kamar, ya.” pamitku setelah membantu
Mama mencuci piring bekas makan malam. Saat di
kamar, buru-buru kunyalakan ponselku. Aku melihat-lihat
ke galeri foto. Nah, ini dia. Aku akan mengunggah foto
ini di story medsosku. Kutambahkan teks singkat untuk
melengkapi.
Usai mengunggah foto Gendhis, aku tertawa-tawa
sendiri. Gendhis nampak jelek sekali. Mungkin jika
setuwou itu benar-benar ada, seperti itulah tampangnya.
Aku yakin, teman-temanku di Bengkulu pasti setuju jika
Gendhis cocok jadi kuntilanak. Tak lama lagi, teman-
temanku pasti akan berkomentar.
26 Bab 4 Unggahan Menyakitkan 27