Page 31 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 31

Bab 4


               Unggahan Menyakitkan






               Jam sudah menunjukkan pukul lima sore saat aku
               memasuki rumah. Badanku rasanya remuk redam.
               Gendhis benar-benar tak kenal waktu. Dia tetap
               meminta kami berlatih meski pelatih sudah pulang. Baru
               hari pertama saja sudah begini. Bagaimana hari-hari
               berikutnya, ya? Membayangkan saja tulang-tulangku
               sudah ngilu.
                   “Waaa,  gantengnya  Mama  sudah  pulang!”  Mama
               menyambutku dengan ciuman bertubi-tubi.
                   Aku mengelak, “Badan Faben bau, Ma!”

                   “Iya, kayak bau tempoyak yang sudah basi!” Mama
               tergelak.

                   Aku ikut tergelak, tak bisa membayangkan aroma
               tempoyak basi. Tempoyak alias durian fermentasi saja
               baunya sudah menggetarkan bulu hidung bagi yang tak
               terbiasa, apalagi tempoyak basi.

                   “Gimana tadi ekskulnya? Kamu pasti langsung
               mahir. Kamu kan dulu pernah belajar main dol. Prinsip
               perkusi itu sama. Kuat dan lemah ketukan diatur sesuai
               dengan lagu yang diiringinya,” Mama bertanya sembari
               memencet-mencet aplikasi pemesanan makanan. “Kamu
               mau makan apa? Mama pengin makanan berkuah. Oh ya,





 22                                  Bab 4 Unggahan Menyakitkan  23
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36