Page 33 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 33
Penglihatannya tak mungkin salah. Sebuah
surel dari untara.naga@email.com tersemat sebagai
pengirim pesan.
Jalu tertegun. Dari beberapa informasi yang
disampaikan Abah dalam surel-nya, hanya satu yang
digarisbawahi oleh Jalu; Abah tinggal lebih lama di
Jepang. Bukan lagi empat bulan, melainkan setahun.
Mestakung, semesta mendukung, sorak Jalu dalam hati.
Jalu berusaha mengumpulkan keping-keping
ingatannya. Awalnya, Kazu datang hanya untuk
berwisata. Saat itu, Abah bertugas sebagai pendamping
Kazu selama di Kampung Naga, karena Uwak
Tatang sedang mendampingi tamu lain dari pejabat
pemerintah. Ketertarikan sang profesor arsitektur
pada bangunan rumah Kampung Naga membuatnya
tak melewatkan setiap bagian bangunan. Jalu ingat
Kazu sangat cerewet bertanya ini dan itu, melalui Kang
Raka sebagai penerjemah. Abah pun, Jalu melihat,
sangat tangkas menjawabnya.
Jalu bangga karena rumah yang ditinggalinya
sangat dihargai. Abah selalu bercerita pada Jalu bahwa
konsep rumah tinggal mereka menyatu dengan alam.
Pondasi rumah terbuat dari batu umpak. Penopang
bangunan rumah terbuat dari bambu betung.
Belum lagi bagian-bagian lainnya. Wah,
ternyata bentuk rumah yang sederhana itu
menarik bagi orang lain.
Bab 3 25
Email dari Jepang