Page 34 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 34

Jalu tak bisa membayangkan
                                                                                            jika  Kazu  ditemani  oleh  Uwak
                                                                                            Tatang.  Mungkin,  beliaulah  yang
                                                                                            akan  berangkat  ke  Jepang.  Jalu
                                                                                            menilai ini adalah keberuntungannya
                                                                                            yang  tertunda,  setelah  sebelumnya
                                                                                            gagal berangkat.
                                                                                                Asyiiik, pekik Jalu dalam hati. Tekadnya menyusul
                                                                                            ke  Jepang  makin  bulat.  Apa  pun  caranya,  dia  akan
                                                                                            menyusul Abah.

                                                                                                Jalu baru saja akan membalas surel itu, tetapi rasa
                                                                                            dingin dan basah menempel di kepalanya. Jalu menoleh.
                                                                                                “Uut!” gerutu Jalu sambil menghindar dari kantong
                                                                                            es teh yang menempel di kepalanya.
                                                                                                “Makasih, atuh. Malah galak,” timpal Utari menyo-
                                                                                            dorkan  es  teh  itu  ke  wajahnya.  Jalu  terpaksa  segera
                                                                                            menerimanya.

                                                                                                Sejurus  kemudian,  Utari  duduk  di  sebelahnya.
                                                                                            Tangan kanannya memegang kantong cilok, sementara
                                                                                            mulutnya sibuk mengunyah.
                                                                                                Membayangkan pergi ke Jepang membuat Jalu tak
                                                                                            bisa berhenti tersenyum. Dia berimajinasi menelusuri
                                                                                            jalan-jalan  dengan  bunga  sakura  yang  sedang
                                                                                            berguguran  di  kanan  dan  kirinya,  karena  memasuki
                                                                                            musim  gugur.  Di  ujung  jalan,  dia  melihat  atap  Kuil



            26        Mengejar                                                                                            Email dari Jepang  27
                                                                                                                                  Bab 3
                      Haruto
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39