Page 37 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 37
Kiyomizudera. Konon, kuil air suci yang dibagun sejak “Mana bisa? Kamu kan putra mahkota,” kata Utari,
tahun 778 itu menjadi inspirasi sang komikus saat tampak tenang.
menggambar setting cerita Haruto. Meskipun, kuil itu “Apa hubungannya dengan pergi ke Jepang?” Jalu
tidak terletak di Desa Shirakawa, melainkan di Kyoto. makin tak mengerti.
“Ada kabar dari Mamang?” Mata Utari terlihat melirik “Kamu pikir, kenapa yang berangkat ke Jepang Mang
ponsel yang baru saja dimasukkan Jalu ke saku kemejanya. Untara, bukan Abah Tatang?” Utari balik bertanya.
“Ut, saya mau ke Jepang. Nyusul Abah,” ucap Jalu. Jalu mengangkat bahu.
Bibirnya yang sebelumnya kuncup, kini mengembang.
“Karena seorang Kuncen tidak boleh pergi dari
“Uhuk! Uhuk! Uhuk….” Utari tersedak, tampak Kampung Naga.”
terkejut menerima kabar itu.
“Kalem atuh,” kata Jalu mengangsurkan es teh
yang tadi diberikan Utari. Untung saja, Jalu belum
meminumnya.
Tanpa diminta, Jalu menjelaskan kabar dari Abah
pada Utari. Dia juga menceritakan rencananya pergi
ke Jepang sesegera mungkin, setelah dia dinyatakan
lulus SMP.
“Sekolah, gimana?” Suara Utari terdengar ketus.
Jalu menoleh untuk meyakinkan pendengarannya
tidak salah. Namun, wajah Utari terlihat datar.
“Dipikir nanti, weh,” jawab Jalu cuek.
Sejujurnya, Jalu belum memikirkan nasib
sekolahnya, jika dia harus pergi ke Jepang. Dia bahkan
tidak berpikir berapa lama di Jepang. Apakah hanya
beberapa waktu ataukah menunggu hingga Abah
beres dan pulang bersama ke Kampung Naga.
28 Mengejar
Haruto