Page 42 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 42

harapannya  ke  Jepang  dimulai,  sudah  pupus  seperti                             Sreng…
            disiram air panas. Huh!                                                             Ambu  melemparkan  bumbu-bumbu  yang  sudah
                    Mimpi  itu  makin  hancur  berkeping-keping                             dihaluskan ke atas wajan panas. Wangi terasi mengepul
            ketika  Ambu  menyebutkan  bahwa  uang  tabungan                                di udara. Tangan Ambu begitu cekatan memasukkan
            mereka dibawa oleh Abah untuk bekal dan jaga-jaga                               tempe yang sudah dipotong-potong seukuran dadu.
            selama  di  Jepang.  Ini  lantaran  buku  tabungan  yang                            Biasanya, perut Jalu bergemuruh, begitu mencium
            mereka miliki hanya atas nama Abah, sehingga pihak                              wangi  bumbu  tumis  sayur  gembrung.  Lambungnya
            Universitas  Kyoto  mentransfer  biaya  ke  rekening                            seolah meniupkan genderang perang, meminta asupan
            Abah. Ambu mengaku mempunyai sedikit uang untuk                                 sayur  bersantan  tersebut.  Namun,  tidak  kali  ini.
            keperluan sekolah Jalu dan keperluan sehari-hari yang                           Seleranya  menguap  bersama  uap  bumbu  tumis  yang
            tidak bisa dipenuhi oleh Kampung Naga.                                          menguar di udara.

                “Ya,  kalau  garam  kan  kita  harus  beli,  Lu,”  kata                         Krieet …
            Ambu.  Tangannya  menunjuk  bekas  kaleng  makanan
            yang dialihfungsikan menjadi tempat garam. “Makanya,                                Jalu  nyaris  terlonjak  saat  mendengar  suara  derit
            Jalu hemat-hemat, ya!”                                                          lantai rumah panggung sebelah berbunyi.
                Jalu merengut. Perasaan bersalah menghampirinya.                                “Uut?” panggil Jalu, menebak.
            Pantas  saja,  belakangan,  Ambu  tidak  pernah                                     “Hadir,”  jawab  Utari.  Suaranya  seperti  seorang
            memberinya  uang  lebih.  Jalu  bahkan  sempat                                  maling ketahuan menguping.
            berbohong  membeli  kuota  tambahan  dengan  alasan                                 Jalu lantas beranjak dari tempatnya.
            ingin  menelepon  Abah.  Padahal,  Jalu  lebih  sering
            menggunakan kuotanya untuk menonton ilm anime.                                      “Jalu pergi dulu, Mbu,” pamit Jalu, pelan.
                Meski  begitu,  perasaan  itu  tidak  menyurutkan                               “Kemana  lagi,  Lu?”  suara  cempreng  milik  Utari
            tekadnya untuk pergi ke Jepang. Dia berniat menyusul                            menghentikan langkah Jalu.
            Abah  dan  mengunjungi  tempat-tempat  yang  ada  di                                “Kepo,”  jawab  Jalu  dongkol.  Jalu  merasa  Utari
            serial Haruto.                                                                  selalu berperan seperti seorang interogator yang selalu
                “Pokoknya Jalu akan berangkat ke Jepang, apa pun                            mengurusi urusannya. Padahal, Ambu diam saja saat
            caranya!” tekad Jalu.                                                           dia berpamitan.



            34        Mengejar                                                                                           Tragedi Uang Saku  35
                                                                                                                                  Bab 4
                      Haruto
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47