Page 43 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 43

harapannya  ke  Jepang  dimulai,  sudah  pupus  seperti   Sreng…
 disiram air panas. Huh!  Ambu  melemparkan  bumbu-bumbu  yang  sudah
    Mimpi  itu  makin  hancur  berkeping-keping   dihaluskan ke atas wajan panas. Wangi terasi mengepul
 ketika  Ambu  menyebutkan  bahwa  uang  tabungan   di udara. Tangan Ambu begitu cekatan memasukkan
 mereka dibawa oleh Abah untuk bekal dan jaga-jaga   tempe yang sudah dipotong-potong seukuran dadu.
 selama  di  Jepang.  Ini  lantaran  buku  tabungan  yang   Biasanya, perut Jalu bergemuruh, begitu mencium
 mereka miliki hanya atas nama Abah, sehingga pihak   wangi  bumbu  tumis  sayur  gembrung.  Lambungnya
 Universitas  Kyoto  mentransfer  biaya  ke  rekening   seolah meniupkan genderang perang, meminta asupan
 Abah. Ambu mengaku mempunyai sedikit uang untuk   sayur  bersantan  tersebut.  Namun,  tidak  kali  ini.
 keperluan sekolah Jalu dan keperluan sehari-hari yang   Seleranya  menguap  bersama  uap  bumbu  tumis  yang
 tidak bisa dipenuhi oleh Kampung Naga.  menguar di udara.

 “Ya,  kalau  garam  kan  kita  harus  beli,  Lu,”  kata   Krieet …
 Ambu.  Tangannya  menunjuk  bekas  kaleng  makanan
 yang dialihfungsikan menjadi tempat garam. “Makanya,   Jalu  nyaris  terlonjak  saat  mendengar  suara  derit
 Jalu hemat-hemat, ya!”  lantai rumah panggung sebelah berbunyi.
 Jalu merengut. Perasaan bersalah menghampirinya.   “Uut?” panggil Jalu, menebak.
 Pantas  saja,  belakangan,  Ambu  tidak  pernah   “Hadir,”  jawab  Utari.  Suaranya  seperti  seorang
 memberinya  uang  lebih.  Jalu  bahkan  sempat   maling ketahuan menguping.
 berbohong  membeli  kuota  tambahan  dengan  alasan   Jalu lantas beranjak dari tempatnya.
 ingin  menelepon  Abah.  Padahal,  Jalu  lebih  sering
 menggunakan kuotanya untuk menonton ilm anime.   “Jalu pergi dulu, Mbu,” pamit Jalu, pelan.
 Meski  begitu,  perasaan  itu  tidak  menyurutkan   “Kemana  lagi,  Lu?”  suara  cempreng  milik  Utari
 tekadnya untuk pergi ke Jepang. Dia berniat menyusul   menghentikan langkah Jalu.
 Abah  dan  mengunjungi  tempat-tempat  yang  ada  di   “Kepo,”  jawab  Jalu  dongkol.  Jalu  merasa  Utari
 serial Haruto.  selalu berperan seperti seorang interogator yang selalu
 “Pokoknya Jalu akan berangkat ke Jepang, apa pun   mengurusi urusannya. Padahal, Ambu diam saja saat
 caranya!” tekad Jalu.   dia berpamitan.



 34  Mengejar                                Tragedi Uang Saku  35
                                                     Bab 4
 Haruto
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48