Page 44 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 44
Jalu tak menoleh lagi. Untung ponselnya ada di di salah satu rumah, tetangga kanan, kiri, depan, serta
kantong celana. Dalam perjalanan itu, dia memikirkan belakangnya langsung tahu. Kabar baiknya, mereka
kemungkinan dan peluang yang bisa dilakukannya saling bekerja sama, gotong royong, dan saling
untuk menambah penghasilan. membantu. Namun, kabar buruknya, berita buruk pun
Langkahnya yang tadi tergesa kini melambat. segera tersebar dan menjadi pembicaraan.
Perlahan dia menoleh ke belakang. Bukan. Dia menoleh Jalu menyadari kampungnya memang sederhana,
bukan untuk melihat Utari atau Ambu. Dia melihat tetapi tidak miskin. Tak satu pun penduduk yang
wajah kampungnya. Kampung yang dia tinggali selama kekurangan makan. Bagaimana tidak, makanan yang
14 tahun terakhir, sejak dia lahir. diramu di Kampung Naga rata-rata dihasilkan dari
halaman rumah sendiri. Hampir semua penduduk
Barisan rumah beratap rumbia menjadi memiliki sawah dan kebun.
pemandangan pertama yang dilihatnya. Jika dilihat
dari udara, jajaran rumah yang berbaris rapi itu terletak Sawah di Kampung Naga hanya ditanami padi.
tengah-tengah lembah. Rumah panggung berbahan Penanaman dilakukan dua kali dalam setahun, Januari
bambu dan kayu itu saling berhadapan, mengelilingi dan Juli. Hasil panen cukup melimpah tetapi hanya
sebuah lapangan besar. Tak heran, jika terjadi sesuatu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pamali bagi
warga Kampung Naga menjual hasil
panennya.