Page 49 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 49

Jalu melanjutkan perjalanan sambil mengerutkan   “Enggak  mau.™ Wip™ gratis,  tapi  makanannya  kan
 dahi. Otaknya terus berpikir. Apa yang bisa dilakukannya   kudu beli. Kecuali ditraktir,” cibir Ijad, kembali sibuk
 untuk mendapatkan uang tambahan? Membuat anyaman   dengan tontonan di ponselnya.


 bambu  seperti  Utari  dan  lainnya?  Jalu  tak sesabar itu!    Seharusnya  Jalu  memprediksi  reaksi  alami



 Kesabarannya tak sepanjang  bilah  bambu.  Apalagi, dia   sahabatnya ini. Mana mau Ijad keluar modal lebih untuk
 mengetahuisistempembayaranyang dilakukanoleh para   yang  bukan  kepentingannya?  Mulut  Jalu  menjorok ke





 tengkulak itu.  Warga Kampung  Naga baru  akan dibayar   depan.





 setelah  semua barang  terjual.  Jika minta pembayaran di










 awal, harga jualnya akan lebih murah  lagi.  “Bagi wip dari HP-mu, kalau gitu,” seru Jalu.


 “Jad, kita ke kape yuk,” kata Jalu begitu sampai di   “Boleh, nambah tiga ribu saja,” kata Ijad antusias.

 warung Ijad.      Wajah Jalu makin kusut. Gengsinya tersentil.
 “Mau apa?” tanya Ijad.  “Kamu  teh,  ngarawu  ku  siku. Serakah!”  ujar Jalu,


 “Nyari inspirasi,” kata Jalu meyakinkan.  ketus.




 “Wah, saya suka nih, bahasamu. Inspirasi …” kata   “Kocak nih  putra mahkota! Peribahasa sundamu





 Ijad sambil tertawa.   salah.  Lagian, saya kan memang  pebisnis.  Pro dong, Bro.
               Propesional,” timpal Ijad, cuek.
 “Sekalian cari wip gratis,” potong Jalu dengan suara
 pelan.            “Eleuh, si paling pro. Tapi sama jurig takut. Masih
               bilang pro?”
 Jalu melihat kening Ijad berkerut. Kening Ijad yang
 lebar tampak lebih menonjol saat kedua alisnya bersatu.   Tanpa  aba-aba,  Jalu  langsung  balik  kanan.
 Mau tak mau, Jalu melirik layar ponsel yang tak pernah   Langkahnya  lebar-lebar,  sementara  mulutnya  tak
 lepas  dari  pandangan  Ijad.  Jalu  lantas  menggeleng-  berhenti menggerutu.
 gelengkan  kepalanya.  Ijad  sedang  menonton  video   Tanpa menoleh, Jalu pergi dengan penuh amarah.
 viral tentang misteri dan horor.
                   “Eh,  Lu!  Jaluuu!  Saya  cuma  bercanda.  Ini  wip
 “Jad,  ih!”  panggil  Jalu,  karena  tak  segera   gratis!” Suara Ijad terdengar gelagapan.
 mendapatkan respon dari temannya itu.
 40  Mengejar                                Tragedi Uang Saku  41
                                                     Bab 4
 Haruto
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54