Page 48 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 48
Jalu melanjutkan perjalanan sambil mengerutkan “Enggak mau. Wip gratis, tapi makanannya kan
dahi. Otaknya terus berpikir. Apa yang bisa dilakukannya kudu beli. Kecuali ditraktir,” cibir Ijad, kembali sibuk
untuk mendapatkan uang tambahan? Membuat anyaman dengan tontonan di ponselnya.
bambu seperti Utari dan lainnya? Jalu tak sesabar itu! Seharusnya Jalu memprediksi reaksi alami
Kesabarannya tak sepanjang bilah bambu. Apalagi, dia sahabatnya ini. Mana mau Ijad keluar modal lebih untuk
mengetahuisistempembayaranyang dilakukanoleh para yang bukan kepentingannya? Mulut Jalu menjorok ke
tengkulak itu. Warga Kampung Naga baru akan dibayar depan.
setelah semua barang terjual. Jika minta pembayaran di
awal, harga jualnya akan lebih murah lagi. “Bagi wip dari HP-mu, kalau gitu,” seru Jalu.
“Jad, kita ke kape yuk,” kata Jalu begitu sampai di “Boleh, nambah tiga ribu saja,” kata Ijad antusias.
warung Ijad. Wajah Jalu makin kusut. Gengsinya tersentil.
“Mau apa?” tanya Ijad. “Kamu teh, ngarawu ku siku. Serakah!” ujar Jalu,
“Nyari inspirasi,” kata Jalu meyakinkan. ketus.
“Wah, saya suka nih, bahasamu. Inspirasi …” kata “Kocak nih putra mahkota! Peribahasa sundamu
Ijad sambil tertawa. salah. Lagian, saya kan memang pebisnis. Pro dong, Bro.
Propesional,” timpal Ijad, cuek.
“Sekalian cari wip gratis,” potong Jalu dengan suara
pelan. “Eleuh, si paling pro. Tapi sama jurig takut. Masih
bilang pro?”
Jalu melihat kening Ijad berkerut. Kening Ijad yang
lebar tampak lebih menonjol saat kedua alisnya bersatu. Tanpa aba-aba, Jalu langsung balik kanan.
Mau tak mau, Jalu melirik layar ponsel yang tak pernah Langkahnya lebar-lebar, sementara mulutnya tak
lepas dari pandangan Ijad. Jalu lantas menggeleng- berhenti menggerutu.
gelengkan kepalanya. Ijad sedang menonton video Tanpa menoleh, Jalu pergi dengan penuh amarah.
viral tentang misteri dan horor.
“Eh, Lu! Jaluuu! Saya cuma bercanda. Ini wip
“Jad, ih!” panggil Jalu, karena tak segera gratis!” Suara Ijad terdengar gelagapan.
mendapatkan respon dari temannya itu.
40 Mengejar Tragedi Uang Saku 41
Bab 4
Haruto