Page 45 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 45

Jalu  tak  menoleh  lagi.  Untung  ponselnya  ada  di   di salah satu rumah, tetangga kanan, kiri, depan, serta
 kantong celana. Dalam perjalanan itu, dia memikirkan   belakangnya  langsung  tahu.  Kabar  baiknya,  mereka
 kemungkinan  dan  peluang  yang  bisa  dilakukannya   saling  bekerja  sama,  gotong  royong,  dan  saling
 untuk menambah penghasilan.   membantu. Namun, kabar buruknya, berita buruk pun
 Langkahnya  yang  tadi  tergesa  kini  melambat.   segera tersebar dan menjadi pembicaraan.
 Perlahan dia menoleh ke belakang. Bukan. Dia menoleh   Jalu menyadari kampungnya memang sederhana,
 bukan  untuk  melihat  Utari  atau  Ambu.  Dia  melihat   tetapi  tidak  miskin.  Tak  satu  pun  penduduk  yang
 wajah kampungnya. Kampung yang dia tinggali selama   kekurangan  makan.  Bagaimana  tidak,  makanan  yang
 14 tahun terakhir, sejak dia lahir.  diramu  di  Kampung  Naga  rata-rata  dihasilkan  dari
               halaman  rumah  sendiri.  Hampir  semua  penduduk
 Barisan   rumah   beratap   rumbia   menjadi   memiliki sawah dan kebun.
 pemandangan  pertama  yang  dilihatnya.  Jika  dilihat
 dari udara, jajaran rumah yang berbaris rapi itu terletak   Sawah  di  Kampung  Naga  hanya  ditanami  padi.
 tengah-tengah  lembah.    Rumah  panggung  berbahan   Penanaman dilakukan dua kali dalam setahun, Januari
 bambu  dan  kayu  itu saling berhadapan,  mengelilingi   dan  Juli.  Hasil  panen  cukup  melimpah  tetapi  hanya
 sebuah lapangan besar. Tak heran, jika terjadi sesuatu   untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pamali bagi
               warga  Kampung  Naga  menjual  hasil
               panennya.
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50