Page 47 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 47

Kebun  milik  warga  Kampung  Naga  ditanami   seperti tas belanja, keranjang buah, berbagai alat dapur
 berbagai  macam  tanaman  tumpang  sari.  Sejumlah   seperti boboko atau tempat nasi, aseupah atau kukusan,
 tanaman keras seperti pohon jati, mahoni, dan sengon   hihid atau kipas, nyiru atau nampan, serta bermacam-
 menjadi  tabungan.  Sementara,  bambu  menjadi  salah   macam  tempat  padi  seperti  tolombang,  giribig,  dan

 satu bahan produksi untuk menganyam.  tampir. Semua hasil itu dikerjakan sesuai pesanan para
 Berbagai sayuran dan tanaman obat tumbuh subur   tengkulak.
 di sela-sela tanaman keras itu. Kemangi, kecombrang,
 singkong, dan berbagai jenis tanaman yang bisa diolah
 menjadi teman makan. Sementara kebutuhan protein
 warga  Kampung  Naga  dipenuhi  dari  kolam-kolam
 ikan, ayam beserta telurnya, dan kambing, yang siap
 dipotong kapan saja.

 Meski  begitu,  Kampung  Naga  tidak  anti  pada
 makanan dari luar. Tempe, tahu, dan lauk lainnya juga
 tersaji menjadi hidangan makan. Lauk yang tak tumbuh
 di Kampung Naga itu dibawa oleh para penjaja yang
 datang. Berbagai keperluan yang tak diproduksi sendiri
 dibeli dengan menggunakan hasil penjualan anyaman
 bambu atau penghasilan sampingan lainnya.
 Menganyam,  seperti  yang  dilakukan  Ambu,
 adalah keterampilan hidup di Kampung Naga. Hampir
 semua warga Kampung Naga menguasainya. Bahkan,
 Utari  biasa  mendapatkan  uang  saku  tambahan  dari
 melakukan kegiatan tersebut.

 Tangan-tangan  lincah  warga  Kampung  Naga
 mampu menjalin helai demi helai bambu
 membentuk simpul berbagai motif dalam
 sekejap. Berbagai produk yang dihasilkan


 38  Mengejar
 Haruto
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52