Page 46 - Level B1_Isi APa yang lebih seru? SIBI.indd
P. 46
Kebun milik warga Kampung Naga ditanami seperti tas belanja, keranjang buah, berbagai alat dapur
berbagai macam tanaman tumpang sari. Sejumlah seperti boboko atau tempat nasi, aseupah atau kukusan,
tanaman keras seperti pohon jati, mahoni, dan sengon hihid atau kipas, nyiru atau nampan, serta bermacam-
menjadi tabungan. Sementara, bambu menjadi salah macam tempat padi seperti tolombang, giribig, dan
satu bahan produksi untuk menganyam. tampir. Semua hasil itu dikerjakan sesuai pesanan para
Berbagai sayuran dan tanaman obat tumbuh subur tengkulak.
di sela-sela tanaman keras itu. Kemangi, kecombrang,
singkong, dan berbagai jenis tanaman yang bisa diolah
menjadi teman makan. Sementara kebutuhan protein
warga Kampung Naga dipenuhi dari kolam-kolam
ikan, ayam beserta telurnya, dan kambing, yang siap
dipotong kapan saja.
Meski begitu, Kampung Naga tidak anti pada
makanan dari luar. Tempe, tahu, dan lauk lainnya juga
tersaji menjadi hidangan makan. Lauk yang tak tumbuh
di Kampung Naga itu dibawa oleh para penjaja yang
datang. Berbagai keperluan yang tak diproduksi sendiri
dibeli dengan menggunakan hasil penjualan anyaman
bambu atau penghasilan sampingan lainnya.
Menganyam, seperti yang dilakukan Ambu,
adalah keterampilan hidup di Kampung Naga. Hampir
semua warga Kampung Naga menguasainya. Bahkan,
Utari biasa mendapatkan uang saku tambahan dari
melakukan kegiatan tersebut.
Tangan-tangan lincah warga Kampung Naga
mampu menjalin helai demi helai bambu
membentuk simpul berbagai motif dalam
sekejap. Berbagai produk yang dihasilkan
38 Mengejar
Haruto