Page 44 - 4. 2023_Buku Pendidikan Anti Bullying_Rini Yudiati_compressed
P. 44
perilaku bullying (Dara Aguis Septiyuni, dkk. 2014, 3). Ketika anak-
anak berinteraksi di sekolah dan dengan teman-teman di rumah,
terkadang mereka cenderung terlibat dalam perundungan. Beberapa
anak mungkin melakukan bullying untuk membuktikan kepada teman-
teman sebaya bahwa mereka dapat diterima dalam kelompok, bahkan
jika mereka sebenarnya tidak menginginkannya. Menurut penelitian
oleh Simbolon, beberapa penyebab bullying di antara siswa termasuk
perbedaan etnis, penolakan terhadap tekanan dari teman sebaya,
perbedaan kebugaran fisik, pergantian sekolah, orientasi seksual, dan
latar belakang sosial-ekonomi.
Dalam hal ini, faktor teman sebaya juga memiliki peran yang
signifikan dalam terjadinya bullying, mengingat remaja menghabiskan
sebagian besar waktu mereka berinteraksi dengan teman sebaya baik
di sekolah maupun di lingkungan rumah. Intensitas interaksi yang
berlebihan di antara teman sebaya inilah yang memungkinkan inisiatif
teman ditekan atau dilecehkan. Selain itu, mereka ingin mendapatkan
pengakuan dari anggota lain dalam kelompok yang sama, dipandang
berwibawa dalam kelompoknya, dan ditakuti oleh kelompok lain
(genk). Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa penting bagi
sekolah untuk meningkatkan kehadiran kelompok sebaya, terutama di
kalangan siswa lainnya.
4. Faktor Lingkungan Sekolah
Lingkungan sekolah yang memiliki norma sosial yang membenarkan
atau bahkan memperkuat tindakan bullying dapat memiliki dampak
yang signifikan terhadap perilaku siswa. Ketika tindakan bullying
dianggap sebagai hal yang biasa atau diterima, siswa mungkin lebih
cenderung terlibat dalam perilaku tersebut karena mereka merasa
terdorong atau terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya (Rachman,
2016).
Norma sosial adalah aturan atau panduan perilaku yang dianggap
wajar atau diterima oleh masyarakat atau kelompok tertentu. Dalam
konteks lingkungan sekolah, norma sosial dapat berkembang melalui
interaksi antara siswa, budaya sekolah, pengaruh teman sebaya, dan
sikap serta tindakan yang ditampilkan oleh guru dan staf sekolah.
Pendidikan Anti Bullying 35