Page 43 - 4. 2023_Buku Pendidikan Anti Bullying_Rini Yudiati_compressed
P. 43
Walaupun dalam media lain seperti televisi, saat ini banyak
acara sinetron yang menampilkan konten yang kurang mendidik,
seperti adegan pertengkaran geng motor, perilaku yang tidak tertib
di jalan, penghinaan, dan perilaku kasar dan negatif lainnya. Hal
ini dapat dengan mudah ditiru oleh anak-anak dan remaja yang
menyaksikannya, serta diaplikasikan dalam lingkungan sekitarnya
(Coloroso Barbara 2007, 227-30).
Di Indonesia, terdapat kasus-kasus bullying yang terkait
dengan tayangan sinetron televisi yang menggambarkan kekejaman,
kekerasan, dan perkelahian. Tayangan-tayangan tersebut secara tidak
langsung memberikan dampak negatif pada masyarakat, khususnya
remaja dan anak-anak usia sekolah (Levianti 2008, 6). Hal ini dapat
menyebabkan timbulnya perilaku kekerasan pada anak-anak, yang
pada akhirnya berkontribusi terhadap tindakan bullying yang mereka
lakukan terhadap teman-teman mereka di sekolah.
Pengaruh media massa (termasuk televisi, radio, dan surat
kabar) terhadap kasus bullying sebenarnya relatif kecil. Acara televisi
yang paling sering ditonton oleh pelaku atau korban bullying umumnya
tidak mengandung unsur kekerasan. Mereka cenderung menyukai
kartun dan acara sepak bola. Namun, media lain seperti internet
dan media sosial memiliki pengaruh yang signifikan. Banyak siswa
SMA usia 15-18 tahun yang memiliki akses ke perangkat komunikasi
canggih, seperti smartphone, dan mereka sering menggunakan media
sosial di perangkat tersebut. Salah satu kejadian bullying di sekolah
dapat dimulai dengan ancaman yang dikirimkan melalui media
sosial, seperti WhatsApp, yang kemudian berlanjut dengan ancaman
langsung di lingkungan sekolah.
3. Faktor Peer Group Atau Teman Sebaya
Menurut Benites dan Justicia, kelompok teman sebaya atau “genk”
yang menghadapi masalah di sekolah dapat berpengaruh negatif
terhadap teman-teman mereka. Mereka mungkin berperilaku kasar
terhadap guru atau teman, serta sering membolos (Irvan Usman 2013,
51). Penelitian juga menunjukkan bahwa peer group atau kelompok
teman sebaya merupakan salah satu faktor yang menyebabkan
34 Pendidikan Anti Bullying