Page 52 - 4. 2023_Buku Pendidikan Anti Bullying_Rini Yudiati_compressed
P. 52

2.  Tradisi  atau  kebiasaan senioritas  juga dapat menjadi  faktor
                   yang melatarbelakangi perilaku bullying. Senioritas  sering
                   digunakan sebagai alasan untuk melakukan tindakan bullying.
                   Perilaku senioritas ini tidak  berhenti begitu  saja,  melainkan
                   berulang  dan berantai.  Motivasi di balik  perilaku  senioritas
                   ini termasuk  keinginan  untuk  mencari masalah,  mencari
                   popularitas, membalas dendam atas pengalaman masa lalu, dan
                   menunjukkan kekuasaan.

                3.  Ketidakharmonisan dalam keluarga,  seperti ketidakhadiran
                   orang tua, depresi, kurangnya komunikasi, dan masalah internal
                   lainnya,  dapat  menjadi  faktor  yang  signifikan  dalam  perilaku
                   kekerasan.  Ketidakstabilan  dalam  lingkungan  keluarga  dapat
                   berkontribusi terhadap terjadinya perilaku bullying.
                4.  Iklim lingkungan sekolah yang tidak hangat, tidak bersahabat,
                   atau diskriminatif juga dapat menjadi faktor yang mempengaruhi
                   terjadinya perilaku bullying. Jika pengawasan dari pihak sekolah
                   kurang ketat  atau  tidak disiplin, maka terdapat  kemungkinan
                   lebih tinggi bagi perilaku bullying untuk terjadi.
                5.  Karakteristik individu atau kelompok juga dapat menjadi faktor
                   yang mempengaruhi terjadinya perilaku bullying. Rasa dendam
                   terhadap teman sebaya, kesalahan interpretasi terhadap perilaku
                   korban, atau karakteristik pribadi yang cenderung agresif dapat
                   menjadi pemicu untuk melakukan perilaku bullying.
                   Menurut  klasifikasi  yang  disusun  oleh  Riauskina  (2005),
             terdapat lima kategori perilaku bullying, yaitu:

                1.  Kontak Fisik: termasuk melakukan tindakan fisik yang merugikan
                   seperti memukul,  menggigit, menarik rambut, menendang,
                   mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, mencakar, serta
                   merusak barang milik orang lain. Juga termasuk dalam kategori
                   ini  adalah  pemerasan  fisik  yang  mengancam  keamanan  atau
                   mengganggu integritas fisik korban.

                2.  Kontak Verbal Langsung: mencakup penggunaan kata-kata yang
                   mengancam,  mempermalukan, merendahkan, mengganggu,
                   memberi panggilan  nama  negatif,  menggunakan  sarkasme,

                                                     Pendidikan Anti Bullying  43
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57