Page 53 - 4. 2023_Buku Pendidikan Anti Bullying_Rini Yudiati_compressed
P. 53
mencela, mengejek, mengintimidasi, memaki, atau menyebarkan
berita buruk tentang seseorang.
3. Perilaku Verbal Langsung: meliputi memberikan tatapan sinis,
menunjukkan ekspresi wajah merendahkan, atau menjulurkan
lidah. Perilaku ini sering kali dikaitkan dengan bullying fisik
atau verbal.
4. Perilaku Non-Verbal Tidak Langsung: termasuk sikap seperti
mengabaikan, mengucilkan, atau menjauhkan seseorang
dengan sengaja, memanipulasi persahabatan sehingga terjadi
perpecahan, atau menggunakan metode komunikasi tidak
langsung seperti mengirimkan surat kaleng.
5. Pelecehan Seksual: melibatkan perilaku agresif yang bersifat
seksual, termasuk pelecehan fisik seperti menyentuh secara
tidak pantas, komentar yang merendahkan secara seksual, atau
penyalahgunaan kekuasaan dalam konteks seksual.
Berdasarkan kategori-kategori diatas maka seyogyanya guru
memberikan pemahaman-pemahaman kepada siswa bahwa perilaku-
perilaku yang demikian itu merupakan bullying yang sangat dilarang
untuk diperbuat kepada siapapun. Dengan adanya edukasi kepada
para siswa di sekolah tentang perilaku bullying diharapkan dapat
meminimalisir perilaku-perilaku bullying di sekolah. Sehingga sekolah
memang benar-benar untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan
kepada para siswa sehingga menjadi generasi-generasi tangguh secara
akademik, emosional dan berkarakter sebagai generasi yang akan
menentukan arah kemajuan bangsa dimasa-masa yang akan datang.
B. Menjaga Lingkungan Sekolah Dari Perilaku Bullying.
Dalam dunia pendidikan, permasalahan yang dihadapi sangat
kompleks, sehingga seorang pendidik dituntut untuk memiliki
kemampuan mengklasifikasi setiap permasalahan yang muncul,
terutama terkait perilaku bullying di sekolah. Sebagai pendidik,
penting untuk memahami penyebab dari perilaku bullying di sekolah,
seperti kondisi lingkungan sekolah yang tidak mendukung, adanya
44 Pendidikan Anti Bullying