Page 4 - CERPEN_Ainun Naim_SMPIT NURUL ILMI JAMBI
P. 4

Sementara  itu,  Raesha  meletakkan  makanan  mereka,  membayar  dan  mencari  keberadaan

               sahabatnya. Raesha mencari keberadaan sahabatnya itu, menelusuri berbagai tempat yang masih
               dekat. Raesha mengingat kembali anak kecil yang dilihatnya tadi, seperti bukan seorang anak kecil

               biasa.
               “Oh  tidak…  Nai,  kamu  mengejar  anak  kecil  bersuku  anak  dalam”  gumam  Raesha  yang

               memberanikan diri memasuki hutan. Tanpa mereka sadari, travel telah meninggalkan mereka .

               “Nai.. kamu dimana, aku nggak mau kamu hilang. Tapi aku nggak bawa obat aku yang ada di
               travel. Aku nggak bertahan lama kalau kamu nggak balik balik, aku ke sasar. Aku takut..”

               Raesha  tersesat  di  hutan,  asma  nya  kambuh  karna  terlalu  cepat  berlari  agar  dapat  mengejar
               sahabatnya itu.

               Sementara itu..

               “Haloo adik kecil, kamu lapar ? ayo kita makan” ucapku mengajak anak itu untuk makan bersama.
               Namun setelah ku lihat sekitarku, aku terkejut begitu jauh aku mengejar anak kecil ini hingga

               memasuki pedalaman hutan. Hanya berpaling sebentar, anak kecil itu sudah lenyap.
               Aku terdiam, aku tak tahu aku ada berada dimana. Dimana Raesha, apakah dia meninggalkanku?

               Untung saja aku membawa tas ransel ku, ada banyak obat obatan disini yang berguna untukku jika
               ada sesuatu yang terjadi.

               Kubuka ponsel ku, namun tak ada sinyal sama sekali untuk menghubungi Raesha. Akhirnya aku

               berjalan jalan di dekat pemukiman itu.
               “Siapo kau, ngapo kau kesini “ ucap seorang bapak bapak menghmpiriku.

               “Maaf pak, saya nyasar” jawabku dengan takut.
               “Bener kato dio tu, tadi adek bilang ke awak” ucap seorang ibu-ibu itu.

               “Yasudah, mari. Tapi kau jangan macam macam dengan kami” jawab wanita paruh baya itu.

               “Baik” jawabku.
               “Yok, sini. Awak tiduk be dirumah sayo dulu” ucap ibu-ibu itu.

               “Makasihh ibu” jawabku lega, lalu aku berjalan mengikuti ibu itu.
               “Dari mano awak tinggal?” tanya ibu itu kepadaku.

               “Saya dari kota Jambi” Jawabku.

               “Oh iyo, sayo tau. Nama kau siapo?” tanya ibu itu kepadaku.
               “Nama saya Naira, bu. Nama ibu siapa?” Ucapku yang ingin berkenalan dengan ibu itu.

               “Nama sayo, Siti” jawab ibu Siti.
   1   2   3   4   5   6   7   8