Page 295 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 295

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               menjalankan  perannya  sebagai  sebuah  badan  usaha,  ketiga  koperasi  ini  telah  melakukan
               perencanaan dan pelaporan melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT).
                      Namun  demikian,  selama  ini  pengukuran  kinerja  koperasi  hanya  didasarkan  pada
               analisis keuangan saja. Padahal, kinerja keuangan yang baik saat itu mungkin diperoleh dengan
               mengorbankan kepentingan jangka panjang koperasi. Sebaliknya kinerja keuangan yang buruk
               dalam jangka pendek bisa jadi karena koperasi melakukan investasi untuk kepentingan jangka
               panjang.  Selain  itu,  koperasi  persusuan  sebagai  badan  usaha  yang  bertujuan  meningkatkan
               pendapatan, harus mampu meningkatkan daya saing agar dapat bertahan di tengah persaingan
               usaha peternakan sapi perah. Posisi persaingan koperasi akan ditentukan oleh tingkat kinerja
               koperasi. Peningkatan kinerja diharapkan dapat mendorong peningkatan daya saing koperasi
               menjadi lebih baik, khususnya pada faktor-faktor kunci yang menentukan daya saing koperasi
               (Wibowo, 2005).
                      Pada  penelitian  ini  dilakukan  analisis  peningkatan  daya  saing  koperasi  persusuan
               dengan  mempertimbangkan  kinerja  koperasi  persusuan  dalam  beberapa  periode  dan  faktor
               lingkungan  yang  mempengaruhinya.  Diharapkan  hasil  penelitian  ini  dapat  membantu
               pengambil  keputusan  dalam  meningkatkan  daya  saing  koperasi  persusuan  di  Kabupaten
               Sleman sebagai lembaga yang melakukan kegiatan hulu pada industri persusuan.


               2.  Tinjauan Pustaka
               Koperasi Sebagai Organisasi Bisnis
                      Dalam  pengelolaan  usahanya,  koperasi  memiliki  dua  macam  pasar,    yaitu  pasar
               internal dan eksternal. Pasar internal koperasi adalah anggota sebagai pengguna jasa sekaligus
               pemilik modal koperasi. Tugas kopersi dalam pasar internal  adalah memberikan pelayanan
               terbaik bagi anggota dapat berupa harga pelayanan bagi anggota maupun aktivitas-aktivitas
               yang  memudahkan  anggota  dalam  mengembangkan  usahanya.  Sementara  pada  pasar
               eksternal koperasi bertugas meraih dana yang besar melalui transaksi dengan pelanggan non-
               anggota  (Hendar,  2010).  Sementara  dalam  upaya  meningkatkan  manfaat  bagi  anggotanya,
               tujuan  utama  pendirian  koperasi  adalah  untuk  meningkatkan  kesejahteraan  ekonomi  pada
               anggota. Dengan demikian, dengan berpegang pada azas-azas tertentu, koperasi diharapkan
               dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan (Rihadi, 2004).

               Daya Saing Koperasi
                      Daya  saing  merupakan  efisiensi  dan  efektivitas  yang  memiliki  sasaran  yang  tepat
               dalam  menentukan  arah  dan  hasil  sasaran  yang  ingin  dicapai  yang  meliputi  tujuan akhir
               dan  proses  pencapaian  akhir  dalam  menghadapai  persaingan.  Indikator  penting  dalam
               penentuan  daya  saing  terdiri  dari  dua  hal,  yaitu  keuntungan  (profit)  dan  pangsa  pasar
               (Martin  et  al.,  1991).  Dua  indikator  tersebut  ditentukan  oleh  empat  faktor  yang
               berpengaruh  dalam  daya  saing,  yaitu  faktor- faktor  yang  dapat  dikendalikan  oleh  setiap
               perusahaan,  faktor-faktor  yang  dapat  dikendalikan  oleh  pemerintah,  faktor-faktor  yang
               berada  diluar  kemampuan  perusahaan  dan  pemerintah  untuk  mengendalikannya  seperti
               perdagangan  global,  serta faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan seperti musibah dan
               iklim.
                      Pada  pasar  internal,  koperasi  persusuan  umumnya  saling  bersaing  dalam
               meningkatkan  jumlah  anggota.  Keunggulan  dalam  pasar  internal  dapat  diperoleh  melalui
               fokus  pada  pelayanan  terhadap  anggota,  kesetiaan  pada  kualitas  produk,  dan peningkatan
               manfaat  bagi  anggota.  Sementara  keunggulan  bersaing    pada  pasar  eksternal  dapat
               diperoleh  karena  koperasi  memiliki  perbedaan  dengan  organisasi  lain  (diferensiasi),
               perbedaan biaya yang lebih efisien (keunggulan  biaya), serta adanya strategi fokus (Hendar,
               2010).


                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”     284
   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300