Page 297 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 297
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
c) Observasi langsung, dilakukan melalui proses pencatatan kondisi objek tanpa adanya
pertanyaan atau komunikasi dengan individu- individu yang berada pada lokasi
penelitian. Observasi dilakukan peneliti dengan mencatat permasalahan yang
ditemukan, kondisi koperasi, serta proses produksi yang dilakukan oleh Koperasi.
d) Dokumentasi, dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa catatan, arsip, dan
laporan yang merupakan data internal Koperasi.
Penentuan bobot dan faktor internal- eksternal koperasi menggunakan teknik
perbandingan berpasangan (pairwise comparison) yang dikembangkan oleh Saaty.
Perbandingan berpasangan dilakukan dengan memberikan bobot numeric dan
membandingkan satu elemen dengan elemen lainnya sehingga dapat disintesis elemen
mana yang memiliki prioritas tertinggi dan terendah, skala yang digunakan untuk
menggambarkan relatif pentingnya elemen di atas yang lain berkenaan dengan sifat
tersebut dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Skala dasar perbandingan berpasangan
Nilai Definisi
1 A dan B sama penting
3 A sedikit lebih penting dari B
5 A jelas lebih penting dari B
7 A sangat jelas lebih penting dari B
9 A mutlak lebih penting dari B
2,4,6,8 Nilai di antara dua pertimbangan
Sebelum dilakukan perumusan alternative stratgi menggunakan Analisis SWOT,
terlebih dahulu dilakukan analsisis lingkungan koperasi menggunakan Matriks IFE dan
Matriks EFE. Analisis ini digunakan untuk menentukan posisi koperasi. Tahapan pembuatan
matriks ini adalah :
a. Menyusun semua faktor internal dan eksternal koperasi persusuan.
b. Memberi bobot terhadap masing-masing faktor berdasarkan hasil perhitungan
pairwise comparison yang telah diperoleh pada tahap penilaian faktor internal dan
eksternal koperasi persusuan.
c. Memberikan rating terhadap faktor-faktor tersebut berdasarkan pengaruhnya
terhadap kondisi koperasi. Nilai rating yang diberikan adalah 1 (sedikit
berpengaruh), 2 (cukup berpengaruh), 3 (berpengaruh) , dan 4 (sangat berpengaruh).
d. Menghitung skor untuk setiap faktor dengan cara mengalikan bobot dengan
rating.
e. Menjumlahkan total skor untuk masing-masing faktor internal (kekuatan dan
kelemahan) serta eksternal (peluang dan ancaman).
f. Menentukan posisi perusahaan berdasarkan total skor tersebut.
4. Hasil dan Pembahasan
Sasaran Koperasi
Sebagai organisasi yang berbadan usaha, Koperasi Warga Mulya memiliki visi
menjadi koperasi yang kuat, mandiri, professional, yang memberikan peningkatan
kesejahteraan bersama dan memiliki sarana dan prasarana yang memadai sesuai dengan
nilai-nilai dan prinsip-prinsip koperasi. Untuk mencapai keberhasilannya, Koperasi Warga
Mulya memiliki misi sebagai berikut :
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 286

