Page 300 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 300

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               Perumusan Strategi
                      Strategi  pengembangan  dalam  upaya  meningkatkan  daya  saing  koperasi  persusuan
               di  Kabupaten  Sleman  merupakan  salah  satu  alternatif  untuk  meningkatkan perekonomian
               masyarakat  pedesaan  dan  sebagai  salah  satu  bentuk  upaya  dalam  meningkatkan  pasokan
               susu  segar.  Dalam  penelitian  ini  dilakukan  perumusan  strategi  yang  diharapkan  dapat
               meningkatkan  daya  saing  koperasi  persusuan  di  Kabupaten  Sleman.Berdasarkan  evaluasi
               faktor  internal dan eksternal dapat diketahui bahwa  posisi  koperasi  berada  pada  kuadran
               IV,  dimana  nilai  posisi  internal  (total  nilai  kekuatan-kelemahan)  adalah  5,717  dan  nilai
               posisi eksternal (total nilai peluang-  ancaman) adalah 5,994.






















                                     Gambar 23. Matriks SWOT Koperasi Warga Mulya

                      Strategi  yang  diterapkan  dalam  kondisi  ini  adalah  strategi  defensif  (bertahan).
               Strategi  defensif  jika  diaplikasikan  dalam  matriks  SWOT  adalah  strategi  WT,  dimana
               koperasi  menciptakan  strategi yang  meminimalisir  kelemahan  dan  menghindari  ancaman
               yang  ada. Jika  posisi  koperasi  bergeser,  maka  koperasi  harus menyesuaikan strategi yang
               akan dilaksanakan Berdasarkan  posisi koperasi  dan  hasil  analisa  matriks  SWOT,  maka
               alternatif  strategi yang dapat dilaksanakan Koperasi Warga Mulya adalah  :
                     1.  Membangun motivasi anggota untuk meningkatkan simpanan
                     2. Meningkatkan pelayanan dan motivasi bagi anggota
                     3. Meningkatkan pengawasan pada kelompok ternak


               5.  Kesimpulan dan Saran
                      Kesimpulan  yang  dapat  dirumuskan yaitu dilihat dari faktor internalnya, Koperasi
               Warga Mulya memiliki kinerja  yang baik  pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.
               Hal  ini  dibuktikan  dengan  telah  dilakukannya  dokumenasi  operasional,  fasilitas  yang
               memadai, pembinaan  yang berkelanjutan, dan terjadi  peningkatan kapabilitas tenaga kerja.
               Pada  perspektif  pelanggan  koperasi  memiliki  kekuatan  pada  pelanggan  eksternal,  yaitu
               segmen  pemasaran  yang  luas  dan  kelemahan  pada  pelanggan  internal,  yaitu  lemahnya
               partisipasi  anggota.  Selanjutnya  kelemahan  dipicu  oleh  pembiayaan  operasional  yang
               didominasi  hutang  dan  kualitas  susu  segar  yang  masih  rendah.  Berdasarkan  hasil
               perhitungan  matriks  internal  dan  eksternal  dalam  analisa  SWOT, posisi kedua koperasi
               berada pada kuadran IV antara kelemahan  (weakness) dan ancaman (threats).
                      Saran  yang  diajukan  berdasarkan  penelitian  ini  adalah  Koperasi  Warga  Mulya
               sebaiknya  meningkatkan  kinerjanya  pada  perspektif  pelanggan  karena  perspektif  tersebut
               memiliki  tingkat  kepentingan  yang      cukup  besar  terhadap  keberhasilan  koperasi.



                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”     289
   295   296   297   298   299   300   301   302   303   304   305