Page 304 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 304

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                                         
                u 2    0 berarti bahwa     u    0. Hipotesis nol berarti koefisien dari masing-masing variabel
                                          v
               di dalam model efek inefisiensi sama dengan nol. Sementara itu, rumus uji Likelihood Ratio
               Test secara matematis adalah sebagai berikut:
                                                LR    2 ln    ln   
                                                             L
                                                                     L
                                                                      u
                                                              r
               Dimana:
               LR  =  Likelihood Ratio
               Lr    =  nilai LR pada pengujian OLS
               Lu    = nilai LR pada pengujian MLE
                                                                               2
                   Selanjutnya, nilai LR akan dibandingkan dengan nilai kritis   (Kodde and Palm, 1986).
                                                                               R
                                                  2
               Interpretasinya, apabila LR test >    maka menolak H0 dimana tidak ada bukti bahwa  u  2 = 0
                                                  R
               atau petani belum semuanya mencapai tingkat pengelolaan usahatani jagung yang 100 persen
               efisien.


               3.  Metodologi
                      Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) di Desa Sukolilo, Kecamatan
               Wajak, Kabupaten Malang. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Kecamatan Wajak
               merupakan daerah penghasil jagung terbesar di Kabupaten Malang (Badan Perencanaan dan
               Pembangunan Kabupaten Malang, 2009).
                      Penentuan  sampel  menggunakan  metode  simple  random  sampling  yang  homogen
               dalam hal  luas lahan yang kurang dari 1 ha. Jumlah populasi petani jagung sebesar 259 orang
               dan jumlah sampel yang ditentukan sebesar 38 petani responden dan dihitung menggunakan
               rumus  Slovin.  Metode  analisis  data  yang  digunakan  adalah  :  Analisis  statistik  inferensial
               digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Metode yang digunakan dalam analisis ini yaitu
               analisis fungsi produksi Stochastic Frontier menggunakan software Stata 14.
                      Model matematis fungsi produksi stokastik frontier untuk usahatani dalam penelitian
               ini adalah sebagai berikut :
                                                                         g
                                               Y    0 X 1  1 X  2  2 X 3  3 X  4  4 e
               Dimana:
                   Y    = jumlah total produksi jagung (kw/ha)
                   β0   = Konstanta
                   βi   = Elastisitas produksi faktor produksi jagung ke-i (i = 1, 2, 3, 4, 5)
                   X1  = Luas lahan yang diusahatanikan (Ha)
                   X2  = jumlah benih jagung (kw)
                   X3  = penggunaan pupuk (kw)
                   X4  = penggunaan tenaga kerja (HOK)
                    g
                                              g
                   e    = error term, dimana e  = vi-ui
                   vi   = kesalahan acak model
                   ui   = efek inefisiensi teknis pada model


               4.  Hasil dan Pembahasan
                      Efisiensi  teknis  berkaitan  dengan  kombinasi  penggunaan  faktor-faktor  untuk
               menghasilkan  tingkat  produksi  jagung  yang  maksimal.  Analisis  ini  menggunakan  fungsi
               produksi  stokastik  frontier  dengan  pendugaan  melalui  metode  MLE  (Maximum  Likelihood




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”     293
   299   300   301   302   303   304   305   306   307   308   309