Page 308 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 308
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
POTENSI KECAMATAN BERDASARKAN SKOR POLA PANGAN HARAPAN DI
KABUPATEN TRENGGALEK
Alia Fibrianingtyas
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya
Korespondensi Penulis: Alia Fibrianingtyas, alyazubaidi@gmail.com
Abstrak
Pembangunan pangan nasional dituangkan pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional tahun 2005 hingga 2025, yang menegaskan bahwa
“pembangunan dan perbaikan gizi dilaksanakan secara lintas sektor meliputi produksi, pengolahan,
distribusi hingga konsumsi pangan dengan kandungan gizi yang cukup, seimbang serta terjamin
keamanannya”. Berdasarkan peraturan perundangan tersebut dapat dilihat bahwa pangan merupakan
dasar utama untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas yang sangat ditentukan oleh
status gizi yang baik. Apabila dicermati maka hal ini selaras dengan konsep ketahanan pangan
nasional, yaitu kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya
pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. Oleh karena itu
pemerintah Kabupaten Trenggalek terus berupaya memacu pembangunan ketahanan pangan melalui
program–program yang benar-benar mampu memperkokoh ketahanan pangan sekaligus meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu sasaran pengembangan
wilayah di bagian selatan Jawa Timur, karena selain memiliki keunggulan dalam sektor pertanian,
Kabupaten Trenggalek memiliki potensi-potensi sumber daya alam yang cukup besar. Sebab hampir
2/3 dari luas wilayah Kabupaten Trenggalek merupakan pegunungan (BPS, 2009). Hal tersebut
didukung dengan data yang disajikan dalam Neraca Bahan Makanan Kabupaten Trenggalek tahun
2010 yang menunjukkan bahwa nilai total ketersediaan pangannya tinggi. Namun dalam kenyataannya
masih terdapat beberapa kecamatan di Kabupaten Trenggalek yang belum mampu menyerap pangan
secara baik dan merata, sehingga status gizi masyarakat di beberapa kecamatan masih buruk. Maka
dari itu para pengambil keputusan memerlukan informasi mengenai skor Pola Pangan Harapan (PPH)
di Kabupaten Trenggalek. Dari uraian tersebut dapat dirumuskan tujuan dalam penelitian ini yaitu
untuk menganalisis potensi kecamatan di Kabupaten Trenggalek ditinjau dari skor Pola Pangan
Harapan (PPH). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, karena data
diperoleh melalui data sekunder dan dianalisis menggunakan perhitungan Pola Pangan Harapan
(PPH). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa skor Pola Pangan Harapan (PPH) Kabupaten
Trenggalek tergolong rendah, dengan skor tertinggi adalah Kecamatan Bendungan yaitu sebesar 61,18
dan skor terendah adalah Kecamatan Pogalan yaitu sebesar 30.
Kata kunci: Pembangunan Pangan Nasional, Ketahanan Pangan, Pola Pangan Harapan, Neraca
Bahan Makanan
1. Pendahuluan
Pembangunan pangan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan
pembangunan nasional, karena pangan sangat berpengaruh kepada kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara dalam menjamin stabilitas sosial, politik dan ekonomi yang
diperlukan bagi pertumbuhan dan terwujudnya ketahanan pangan nasional. Berdasarkan
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Nasional tahun 2005 hingga 2025, menegaskan bahwa “pembangunan dan perbaikan gizi
dilaksanakan secara lintas sektor meliputi produksi, pengolahan, distribusi hingga konsumsi
pangan dengan kandungan gizi yang cukup, seimbang serta terjamin keamanannya”.
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 297

