Page 309 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 309

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                      Ketahanan pangan juga merupakan salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan
               Nasional  Jangka  Menengah  Tahun  2010  hingga  2014  yang  ditetapkan  melalui  Peraturan
               Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010. Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2010
               menginstruksikan perlunya disusun Rencana Aksi Pangan dan Gizi (RAPG) tingkat nasional
               dan tingkat propinsi yang dalam proses penyusunannya melibatkan kabupaten dan kota. Oleh
               karena  itu  pemerintah  Kabupaten  Trenggalek  terus  berupaya  memacu  pembangunan
               ketahanan  pangan  melalui  program–program  yang  benar-benar  mampu  memperkokoh
               ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
                      Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten yang terletak di bagian selatan
               Propinsi Jawa Timur. Dengan luas wilayah 1.261,40 km²,  Kabupaten Trenggalek memiliki
               potensi-potensi sumber daya alam yang cukup besar. Untuk penggunaan lahan, di Kabupaten
               Trenggalek dari tahun ke tahun tetap didominasi oleh sektor pertanian. Sekitar lebih dari 60%
               luas  total  wilayah  merupakan  lahan  pertanian.  Luas  tersebut  meliputi  9,56%  tanah  sawah,
               38,02% tanah kering, 1,57% perkebunan, hutan negara seluas 48,31% serta sisanya lain-lain
               seluas 2,54%. Penggunaan lahan di subsektor kehutanan memiliki proporsi yang besar sebab
               hampir 2/3 dari luas wilayah Trenggalek merupakan pegunungan (BPS, 2009). Perkembangan
               produksi pangan di Kabupaten Trenggalek tahun 2005 hingga 2010 dapat dilihat pada Tabel
               1. berikut :

               Tabel 1. Perkembangan Produksi Pangan di Kabupaten Trenggalek
                                                                Produksi (Ton)
                     Komoditas
                                       2005      2006      2007      2008      2009       2010
                 1.  Beras            73,223    78,596    83,235    94,430    106,744       111,766
                 2.  Jagung           54,847    59,424    75,654    79,031    103,155        84,698
                 3.  Kedelai           4,775     5,519     5,457     5,793     7,313          2,083
                 4.  Kacang Tanah      2,981     3,873     2,943     2,021     1,333          3,033
                 5.  Kacang Hijau                 85        30        43         16            12
                 6.  Ubi Kayu         366,697   394,206   438,242   495,738   434,365       326,596
                 7.  Ubi Jalar         791        999       340       345       222           400
                 8.  Daging            1,557     1,951     1,576     2,205     1,304          4,748
                 9.  Telur             3,879     3,803     2,074     2,452      898           8,282
                 10. Susu              1,922     1,170     2,686     3,134     11,399         6,881
                 11. Ikan              8,920    10,563    14,176    15,981     17,972        34,028
                 12. Sayuran          18,286    27,620    39,531    27,547     25,324        47,811
                 13. Buah             28,074    24,550    33,229    29,196     28,867        46,606
               Sumber : BPS (2009)

                      Berdasarkan Tabel 1. tersebut dapat dijelaskan bahwa perkembangan produksi pangan
               di Kabupaten Trenggalek dari tahun 2005 hingga 2010 mengalami fluktuasi. Dari ketigabelas
               komoditas pangan yang terdapat di Kabupaten Trenggalek, fluktuasi khususnya terjadi pada
               komoditas selain beras. Komoditas ini dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Hal
               tersebut  didukung  dengan  data  yang  disajikan  dalam  Neraca  Bahan  Makanan  Kabupaten
               Trenggalek tahun 2010 yang menunjukkan bahwa nilai total ketersediaan pangannya tinggi.
               Namun  dalam  kenyataannya  masih  terdapat  beberapa  kecamatan  di  Kabupaten  Trenggalek
               yang belum mampu menyerap pangan secara baik dan merata, sehingga status gizi masyarakat
               di  beberapa  kecamatan  masih  buruk.  Dengan  demikian,  dapat  dirumuskan  tujuan  dalam
               penelitian ini yaitu untuk menganalisis potensi kecamatan di Kabupaten Trenggalek ditinjau
               dari skor Pola Pangan Harapan (PPH).




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”     298
   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314