Page 314 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 314

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                              TRANSMISI HARGA BAWANG MERAH JAWA TIMUR

                                                    Vi’in Ayu Pertiwi

                         Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian,
                                                   Universitas Brawijaya
                                                Jln. Veteran, Malang 65145

                                Korespondensi Penulis: Vi’in Ayu Pertiwi, viin.ayu@gmail.com


                                                         Abstrak

               Bawang  merah  termasuk  salah  satu  produk  hortikultura  yang  mempunyai  peran  penting  dalam
               perekonomian Indonesia dan memiliki andil cukup besar terhadap inflasi karena tingginya fluktuasi
               harga bawang merah. Produksi bawang merah nasional sebagian besar didukung oleh produksi daerah
               sentra  seperti  Jawa  Timur  sebagai  sentra  produksi  bawang  merah  terbesar  kedua  di  Indonesia.
               Fluktuasi  harga  bawang  merah  yang  tidak  stabil  dan  unpredictable  tersebut  terjadi  karena  adanya
               shock pada demand dan supply komoditas tersebut. Harga yang berfluktuasi tinggi dan unpredictable
               tentunya berkaitan erat dengan pasar produsen dan konsumen karena harga terbentuk dari demand dan
               supply.  Harga  yang  unpredictable  juga  diduga  memberi  peluang  kepada  pedagang  untuk
               memanipulasi informasi harga di tingkat petani sehingga kemungkinan harga belum ditransmisikan
               secara  sempurna  dari  pasar  konsumen  kepada  petani.  Maka  dari  itu  dilakukan  penelitian  analisis
               transmisi  harga  menggunakan  metode  VAR (Vector Autoregressive).  Hasil  penelitian  menunjukkan
               terdapat transmisi harga pada harga bawang merah di tingkat produsen dan konsumen. Berdasarkan
               hasil pengujian analisis transmisis harga bawang merah di Jawa Timur adalah nyata terjadi transmisi
               harga dua arah. Dalam hal ini kontribusi harga di tingkat konsumen untuk menentukan harga di tingkat
               produsen lebih besar daripada harga di tingkat produsen. Hal tersebut menunjukkan rendahnya daya
               tawar produsen atau petani (price takers) dan perbedaan harga yang disebabkan oleh biaya transportasi
               dan  transaksi  yang  digunakan  dalam  penyaluran  bawang  merah  hingga  ke  konsumen  serta  kurang
               diperhatikannya kebijakan harga seperti tidak adanya harga dasar produk hortikultura.

               Kata kunci: Fluktuasi, Bawang merah,Transmisi harga,VAR


               1.  Pendahuluan

                      Bawang  merah  menjadi  salah  satu  komoditas  hortikultura  yang  mempunyai  peran
               cukup penting dalam perekonomian. Seperti yang dijelaskan oleh Paskomnas (2012) bahwa
               bawang merah merupakan salah satu produk hortikultura  yang memiliki andil cukup besar
               terhadap  inflasi  dalam  perekonomian  Indonesia  karena  tingginya  fluktuasi  harga  bawang
               merah.  Hal  ini  menyebabkan  bawang  merah  termasuk  dalam  salah  satu  komoditas
               hortikultura  yang  menjadi  sorotan  publik  ketika  mengalami  kenaikan  maupun  penurunan
               harga.
                       Sentra produksi bawang merah terbesar kedua di Indonesia adalah Jawa Timur (BPS,
               2009).  Bawang  merah  menjadi  salah  satu  komoditas  penting  di  Jawa  Timur.  Hal  ini
               dibuktikan dengan terjadinya inflasi yang disebabkan oleh fluktuasi harga bawang merah di
               Jawa Timur. Selama tahun 2010, komoditas bawang merah mengalami inflasi sebesar 72,75%
               (BPS,  2011).  Jawa  Timur  menjadi  sentra  bawang  merah  kedua  terbesar  di  Indonesia  juga
               disebabkan oleh jumlah produksinya mecapai 198.388 ton atau 22,2 % dari produksi nasional
               (Sinar Harapan, 2013).
                      Produksi  bawang  merah  di  Jawa  Timur  cenderung  mengalami  fluktuasi.  Fluktuasi
               produksi tersebut menyebabkan harga bawang merah juga mengalami fluktuasi. Berdasarkan


                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”     303
   309   310   311   312   313   314   315   316   317   318   319