Page 319 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 319

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                      Dari periode pertama hingga akhir variabel harga produsen memberikan kontribusinya
               terhadap  harga  konsumen  dengan  persentase  yang  semakin  meningkat  hingga  mencapai
               27,59597% pada periode kesepuluh namun persentasi kontribusinya cukup kecil. Berdasarkan
               penjelasan mengenai hasil ini menunjukkan bahwa kenaikan atau penurunan harga di tingkat
               produsen  akan  ditransmisikan  terhadap  perubahan  harga  di  tingkat  konsumen  dan
               kontribusinya semakin meningkat dari periode ke periode dengan persentase kontribusi yang
               kecil.
                      Berdasarkan tabel variance decomposition yang kedua menunjukkan tentang variance
               decomposition dari variabel  harga produsen terahadap harga konsumen  dan seberapa besar
               variabel tersebut mempengaruhi harga produsen. Variabel harga produsen dipengaruhi oleh
               variabel itu sendiri sebesar  64,93416% pada periode pertama dan sisanya sebesar 35,06584%
               dijelaskan oleh variabel harga konsumen dan kontribusi dari harga produsen itu sendiri terus
               mengalami  penurunan.  Sementara  itu,  dari  periode  pertama  hingga  akhir  variabel  harga
               konsumen  memberikan  kontribusinya  terhadap  harga  produsen  dengan  persentase  yang
               semakin  meningkat  hingga  mencapai  55,27044%  pada  periode  kesepuluh  dan  persentasi
               kontribusinya  cukup  besar  lebih  dari  50%.  Berdasarkan  penjelasan  mengenai  hasil  ini
               menunjukkan bahwa kenaikan atau penurunan harga di tingkat konsumen akan ditransmisikan
               terhadap  perubahan  harga  di  tingkat  produsen  dan  kontribusinya  semakin  meningkat  dari
               periode ke periode dengan persentase kontribusi yang besar. Berdasarkan hasil IRF (Impulse
               Response  Function)  dan  VD  (Variance  Decomposition)  diketahui  bahwa  harga  di  tingkat
               konsumen  lebih  mempunyai  kontribusi  yang  besar  untuk  direspon  oleh  harga  di  tingkat
               produsen.
                      Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa dalam pasar bawang merah di Jawa
               Timur  dalam  jangka  waktu  tertentu  harga  yang  berlaku  ditentukan  oleh  produsen  dan
               konsumen  namun  kontribusinya  harga  di  tingkat  konsumen  lebih  besar  daripada  harga  di
               tingkat produsen. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun transmisi terjadi dua arah yaitu dari
               harga konsumen yang ditransmisikan pada harga produsen dan dari harga produsen ke harga
               konsumen tetapi produsen tidak mempunyai daya tawar yang besar untuk menentukan harga
               di pasar. Kondisi ini disebabkan oleh adanya kekuatan pasar yaitu peran pedagang yang lebih
               tinggi daripada produsen atau petani dalam penentuan harga di pasar. Selain itu, kondisi ini
               dipengaruhi juga oleh adanya biaya transportasi dan transaksi yang membuat harga di tingkat
               konsumen lebih tinggi daripada harga di tingkat produsen.



               5.  Kesimpulan dan Saran

               Kesimpulan
                      Transmisi harga terjadi dari harga bawang merah di tingkat konsumen ditransmisikan ke
               harga di tingkat produsen bawang merah Jawa Timur. Begitu juga sebaliknya, harga bawang
               merah di tingkat produsen ditransmisikan ke harga di tingkat konsumen bawang merah Jawa
               Timur ditunjukkan dengan hasil pada Engle Granger Causality Test masing – masing variabel
               yang  menunjukkan  probabilitasnya  signifikan  pada  level  99%.  Hasil  tersebut  menjelaskan
               bahwa hasil pengujian adalah nyata terjadi transmisi harga dua arah. Dalam hal ini kontribusi
               harga di tingkat konsumen untuk menentukan harga di tingkat produsen lebih besar daripada
               harga di tingkat produsen. Hal ini menunjukkan rendahnya daya tawar produsen di pasar (price
               takers)  dan  perbedaan  harga  yang  disebabkan  oleh  biaya  transportasi  dan  transaksi  yang
               digunakan dalam penyaluran bawang merah hingga ke konsumen serta kurang diperhatikannya
               kebijakan harga hortikultura seperti tidak adanya harga dasar.




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”     308
   314   315   316   317   318   319   320   321   322   323   324