Page 316 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 316
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
= koefisien estimasi
uit = error dengan i =1,2
PP = variabel harga produsen (producer price)
CP = variabel harga konsumen (consumer price)
j = panjang lag dengan j= 1,2, …..k
k = maksimum panjang lag
4. Hasil dan Pembahasan
Analisis transmisi harga digunakan untuk mengetahui perubahan harga di tingkat
produsen ditransmisikan pada harga di tingkat konsumen dan juga sebaliknya. Analisis
transmisi harga ini menggunakan estimasi model VAR setelah melalui beberapa pengujian.
Model VAR pada tabel tersebut digunakan untuk mengetahui apakah variabel harga produsen
mempengaruhi harga konsumen dan sebaliknya. Berdasarkan hasil estimasi VAR dapat
diketahui model persamaan pada tabel berikut.
Tabel 1. Hasil Estimasi Model VAR
Variabel Persamaan Model
PP = 0.179292499243*CP(-1) - 0.038786518805*CP(-2) +
0.547855768746*CP(-3) - 0.279330793203*CP(-4) -
Harga Produsen 0.104703686974*CP(-5) + 0.760073288757*PP(-1) -
0.272797640429*PP(-2) - 0.549505692626*PP(-3) +
0.543727071616*PP(-4) - 0.116080277288*PP(-5) + 885.240417153
CP = 1.09820828429*CP(-1) - 0.337128516888*CP(-2) +
0.503234950829*CP(-3) - 0.0893268029334*CP(-4) -
Harga Konsumen 0.00584945759144*CP(-5) - 0.245141280459*PP(-1) -
0.0237492077764*PP(-2) - 0.484252770498*PP(-3) +
0.519807970961*PP(-4) - 0.296751258135*PP(-5) + 1366.43941514
Keterangan : CP = Harga di tingkat konsumen (Consumer Price)
PP = Harga di tingkat produsen (Producer Price)
Berdasarkan tabel 1 tersebut diperoleh model persamaan VAR pada harga bawang
merah di tingkat produsen dan konsumen Jawa Timur. Pada persamaan harga di tingkat
produsen tersebut diketahui bahwa koefisien yang positif menunjukkan bahwa perubahan
harga di tingkat konsumen ditransmisikan positif pada perubahan harga di tingkat produsen
atau terjadi transmisi pada harga di tingkat konsumen ke produsen. Nilai koefisien positif
terjadi pada lag 1 atau satu periode sebelumnya sebesar 0,18. Hal ini membuktikan bahwa
peningkatan harga di tingkat konsumen sebesar Rp 1,00 diikuti oleh peningkatan harga di
tingkat produsen sebesar Rp 0,18. Dengan kata lain, peningkatan harga di tingkat konsumen
sebesar Rp 1,00 ditransmisikan pada harga di tingkat produsen sebesar Rp 0,18. Sementara
itu, koefisien positif juga ditunjukkan pada lag 3 atau tiga periode sebelumnya sebesar 0,55.
Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan harga di tingkat konsumen sebesar Rp 1,00 diikuti
oleh peningkatan harga di tingkat produsen sebesar Rp 0,55. Dengan kata lain, peningkatan
harga di tingkat konsumen sebesar Rp 1,00 ditransmisikan pada harga di tingkat produsen
sebesar Rp 0,55. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan harga di tingkat produsen tidak
mengikuti sebesar peningkatan yang terjadi di tingkat konsumen dan transmisi harga dari
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 305

