Page 317 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 317

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               konsumen  ke  produsen  tersebut  membutuhkan  time  lag  atau  tidak  bisa  terjadi  secara
               langsung.
                      Perbedaan  tingkat  harga  tersebut  disebabkan  oleh  adanya  biaya  transportasi  dan
               transaksi yang digunakan dalam penyaluran bawang merah hingga ke konsumen. Selain itu,
               adanya kekuatan pasar yang mendominasi seperti pedagang sebagai price makers dan petani
               hanya  sebagai  price  takers.  Kurang  diperhatikannya  kebijakan  harga  seperti  tidak  adanya
               harga  dasar  juga  bisa  menjadi  penyebab  terjadinya  perbedaan  harga  di  tingkat  konsumen
               dengan di tingkat produsen.
                      Sementara  itu,  model  persamaan  pada  harga  di  tingkat  konsumen  tersebut
               menunjukkan  koefisien  yang  positif  pada  lag  4  atau  empat  periode  sebelumnya.  Hal  ini
               menunjukkan  bahwa  perubahan  harga  di  tingkat  produsen  ditransmisikan  positif  pada
               perubahan harga di tingkat konsumen atau terjadi transmisi pada harga di tingkat produsen ke
               konsumen. Koefisien positif ditunjukkan pada lag 4 atau empat periode sebelumnya sebesar
               0,52.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa  peningkatan  harga  di  tingkat  produsen  sebesar  Rp  1,00
               diikuti  oleh  peningkatan  harga  di  tingkat  konsumen  sebesar  Rp  0,52.  Hal  tersebut
               menunjukkan  bahwa  peningkatan  harga  di  tingkat  konsumen  tidak  mengikuti  sebesar
               peningkatan  harga  yang  terjadi  di  tingkat  produsen.  Berdasarkan  koefisien  positif  hanya
               terjadi  pada  lag  4  maka  menunjukkan  bahwa  terjadinya  transmisi  harga  dari  produsen  ke
               konsumen  membutuhkan  jangka  waktu  yang  cukup  panjang.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa
               transmisi  harga  yang  terjadi  dari  harga  di  tingkat  produsen  ke  konsumen  kemungkinannya
               sangat kecil karena faktor kekuatan pasar yang sebelumnya telah dijelaskan bahwa produsen
               hanya sebagai price takers dalam pasar komoditas bawang merah.
                      Hasil Engle Granger Causality Test juga menunjukkan bahwa transmisi terjadi pada
               kedua harga tersebut atau transmisi terjadi dua arah. Harga di tingkat konsumen dipengaruhi
               oleh    harga  di  tingkat  produsen  dan  harga  di  tingkat  produsen  dipengaruhi  juga  oleh
               konsumen. Hal ini dibuktikan dengan hasil pada masing – masing variabel yang menunjukkan
               probabilitasnya signifikan pada level 99% (α = 0,01). Hasil tersebut menjelaskan bahwa hasil
               pengujian adalah nyata terjadi transmisi harga dua arah. Hal ini disebabkan harga di tingkat
               produsen dan konsumen bawang merah Jawa Timur saling berkaitan.
                      Selain dengan melihat hasil estimasi VAR dan Engle Granger Causality Test, dalam
               metode pendekatan model VAR dapat dijelaskan lebih lanjut dengan IRF (Impulse Response
               Function) seperti yang dilakukan oleh Zhao and Goodwin (2011) yang menggunakan Impulse
               Response  Function  untuk  memeriksa  efek  dari  shock.  Berdasarkan  hasil  Impulse  Response
               Function  didapatkan  grafik respon  yang menunjukkan respon  dari kedua variabel  yaitu PP
               (harga produsen) dan CP (harga konsumen). Analisis IRF tersebut menilai respon perubahan
               harga  bawang  merah  di  tingkat  produsen  terhadap  guncangan  yang  diakibatkan  oleh
               perubahan harga di tingkat produsen sendiri dan konsumen. Selain itu, IRF juga digunakan
               untuk  menilai  respon  perubahan  harga  bawang  merah  di  tingkat  konsumen  terhadap
               guncangan yang diakibatkan oleh perubahan harga di tingkat konsumen sendiri dan produsen
               yang dapat digambarkan sebagai berikut.




















                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”     306
   312   313   314   315   316   317   318   319   320   321   322