Page 312 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 312
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
3. Kontribusi Energi Aktual (kolom 4)
KE aktual = x 100%
4. Kontribusi Energi AKG (kolom 5)
KE AKG = x 100%
5. Skor Pola Pangan Harapan Aktual (kolom 7)
PPH aktual = KE aktual x bobot
6. Skor Pola Pangan Harapan AKG (kolom 8)
PPH AKG = KE AKG x bobot
7. Menentukan skor pola pangan harapan (kolom 10) yaitu dengan membandingkan skor
AKG (kolom 8) dengan skor maksimum (kolom 9). Jika skor AKG lebih tinggi dari skor
maksimum, maka yang diambil adalah skor maksimum. Sedangkan jika skor AKG lebih
rendah dari skor maksimum maka yang diambil adalah skor AKG.
4. Hasil dan Pembahasan
Dengan membandingkan antara nilai total penyediaan pangan dengan skor Pola
Pangan Harapan (PPH), maka didapatkan hasil di setiap kecamatan dapat dilihat pada Tabel
2. berikut:
Tabel 2. Perbandingan Nilai Total Penyediaan Pangan dengan Skor Pola Pangan Harapan
(PPH)
Kecamatan Penyediaan Pangan (ton/tahun) Skor Pola Pangan Harapan (PPH)
Bendungan 61.331 61,18
Panggul 32.154 34,02
Munjungan 12.788 30,87
Watulimo 20.487 46,11
Kampak 6.424 37,80
Dongko 42.280 30,02
Pule 60.449 34,52
Karangan 46.474 35,75
Suruh 55.497 49
Gandusari 22.759 38,77
Durenan 40.958 46,14
Pogalan 21.069 30
Trenggalek 38.242 43,59
Tugu 70.791 38,51
Dari Tabel 2 tersebut, kecamatan di Kabupaten Trenggalek dapat diklasifikasikan
kedalam tiga kelas keanekaragaman pangan sebagai berikut:
1. Tinggi: Bendungan
2. Sedang: Watulimo, Suruh, Durenan, Trenggalek
3. Rendah: Panggul, Munjungan, Kampak, Dongko, Pule, Karangan, Gandusari, Pogalan,
Tugu
Apabila penganekaragaman pangan di suatu kecamatan nilainya tinggi, maka
ketersediaan pangan di kecamatan tersebut nilainya juga tinggi. Apabila penganekaragaman
pangan di suatu kecamatan nilainya sedang, maka ketersediaan pangan di kecamatan tersebut
nilainya juga sedang. Apabila penganekaragaman pangan di suatu kecamatan nilainya rendah,
maka ketersediaan pangan di kecamatan tersebut nilainya juga rendah.
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 301

