Page 306 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 306
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
dengan sistem pengelolaan usahatani yang telah dilakukan. Selain itu, dapat diartikan juga
bahwa petani jagung responden secara rata-rata mencapai kondisi aktual sebesar 88.4 persen
dan membutuhkan peningkatan sebesar 11.6 persen untuk mencapai kondisi yang potensial.
Misalnya, dengan cara mengurangi penggunaan pupuk yang alokasinya sudah berlebih. Hal
ini dibuktikan dengan penghitungan secara frontier yang menunjukkan nilai koefisien yang
negatif, artinya penambahan input ini tidak menyebabkan peningkatan output tetapi malah
menurunkan output. Selain itu, belum tercapainya kondisi potensial pada produksi jagung
yang dihasilkan dapat disebabkan oleh keterbatasan modal yang dimiliki petani sehingga
kurang diterapkannya penangan hama dan penyakit tanaman dengan baik.
Petani jagung yang belum mencapai 100% efisien secara teknis disebabkan oleh salah
satunya yaitu karakteristik sosial demografi seperti umur petani, tingkat pendidikan,
pengalaman berusahatani, jumlah tanggungan keluarga, status kepemilikan lahan, luas lahan,
dan varietas jagung yang ditanam. Tabel di bawah ini menunjukkan distribusi tingkat efisiensi
teknis yang diklasifikasikan menjadi 3 tingkat yaitu rendah (0.669-0.772), sedang (0.773-
0.876), dan tinggi (0.877-0.980).
Tabel 2. Distribusi Tingkat Efisiensi Teknis
Klasifikasi Efisiensi Teknis
Karakteristik Rendah Sedang Tinggi
Petani 0.669-0.772 0.773-0.876 0.877-0.980
n % n % n %
I. Umur Petani
a.Produktif 3 75 9 90 16 67
b. Non Produktif 1 25 1 10 8 33
II. Tingkat Pendidikan
a.Tidak Sekolah 0 0 1 10 7 29
b. SD/sederajat 3 75 5 50 13 54
c.SMP/sederajat 1 25 2 20 4 17
d. SMA/sederajat 0 0 2 20 0 0
III. Pengalaman Berusahatani
Jagung 2 50 7 70 13 54
a.5-25 tahun
b. 26-46 tahun 1 25 3 30 6 25
1
0
21
0
25
5
c.47-67 tahun
IV. Jumlah Tanggungan
Keluarga
a.2-4 orang 4 100 9 90 19 79
5
10
0
21
0
1
b. 5-7 orang
V. Status Kepemilikan Lahan
a.Milik 3 75 10 100 19 79
b. Sewa 1 25 0 0 2 8
c.Sakap 0 0 0 0 3 13
VI. Luas Lahan
a.< 2200 2 50 6 60 16 67
b. > 2200 2 50 4 40 8 33
VII. Varietas Jagung
a.Hibrida 4 100 6 60 14 58
b. Non Hibrida 0 0 4 40 10 42
Sumber: Data Primer Diolah (2017)
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 295

