Page 302 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 302

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                    ANALISIS STOCHASTIC FRONTIER PADA TINGKAT EFISIENSI TEKNIS
                                                USAHATANI JAGUNG

                                                  Putri Budi Setyowati

                   Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya,
                                                         Malang

                              Korespondensi Penulis: Putri Budi Setyowati, putri_budi@ymail.com


                                                         Abstrak

               Hasil produksi jagung di Kecamatan Wajak berada di peringkat pertama di tingkat Kabupaten Malang
               sehingga  daerah  ini  cocok  untuk  dijadikan  tempat  pengembangan  komoditas  jagung  walaupun
               produktivitas  aktual  usahatani  jagung  sebesar  37.50  kw/ha  berada  di  bawah  rata-rata  produktivitas
               potensial  yaitu  sebesar  50.23  kw/ha.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menganalisis  tingkat  efisiensi
               teknis  pada  kegiatan  usahatani  jagung  ditinjau  dari  kombinasi  input  yang  digunakan  untuk
               menghasilkan  output  dan  kaitannya  dengan  karakteristik  sosial  demografi  petani.  Fungsi  produksi
               stokastik frontier dengan metode pendugaan MLE (Maximum Likelihood Estimation) digunakan untuk
               mengukur  tingkat  efisiensi  teknis.  Hasil  dari  penelitian  ini  yaitu  tingkat  efisiensi  teknis  minimum
               sebesar 0.674, maksimum sebesar 0.978 dan secara rata-rata sebesar 0.884. Tingkat efisiensi teknis
               diklasifikasikan  menjadi  3  tingkat  yaitu  rendah  (0.669-0.772),  sedang  (0.773-0.876),  dan  tinggi
               (0.877-0.980). Nilai rata-rata tingkat efisiensi teknis sebesar 88.4 persen sehingga petani dikategorikan
               sudah mencapai tingkat efisiensi secara teknis dan petani jagung masih memiliki kemungkinan sebesar
               11.6 persen untuk meningkatkan kegiatan usahataninya sehingga bisa mencapai tingkat produksi yang
               maksimum.

               Kata kunci : Efisiensi Teknis, Fungsi Produksi, Stokastik Frontier, Usahatani Jagung



               1.  Pendahuluan
                      Salah satu program kementrian pertanian Indonesia yaitu swasembada jagung di tahun
               2018. Jika program ini telah tercapai maka sudah tidak ada lagi impor jagung. Sementara di
               tahun  2017,  impor  jagung  telah  turun  sebesar  66%  (Idris,  2017).  Map  Of  Local  Economy
               Potency  Kabupaten  Malang  menyebutkan  bahwa  Kecamatan  Wajak,  Kabupaten  Malang
               sangat cocok untuk dijadikan tempat pengembangan komoditas jagung. Hasil produksi jagung
               di  Kecamatan  ini  berada  di  peringkat  pertama  dalam  tingkat  Kabupaten  Malang  (Pemkab
               Malang, 2010).
                      Permasalahan  umum  yang  terdapat  pada  penelitian  ini  yaitu  berkaitan  tentang
               produktivitas  aktual  Desa  Sukolilo  sebesar  37.50  kw/ha  yang  berada  di  bawah  rata-rata
               produktivitas  potensial  Kecamatan  Wajak  yaitu  50.23  kw/ha  (Badan  Perencanaan  dan
               Pembangunan  Kabupaten  Malang,  2009).  Perbedaan  produktivitas  ini  berhubungan  dengan
               karakteristik petani jagung di Desa Sukolilo yang dapat dilihat dari aspek sosial demografi.
               Berdasarkan  pengamatan  di  lapang,  keterbatasan  modal  yang  dialami  petani  menyebabkan
               penggunaan input menjadi terbatas pula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat
               efisiensi teknis pada kegiatan usahatani jagung ditinjau dari kombinasi input yang digunakan
               untuk menghasilkan output dan kaitannya dengan karakteristik sosial demografi petani.





                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”     291
   297   298   299   300   301   302   303   304   305   306   307