Page 298 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 298
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
1) Peningkatan kualitas dan produksi susu
2) Penganekaragaman usaha yang mendukung koperasi
3) Membangun jaringan pasar
4) Pengembangan pendidikan yang berkelanjutan
Sebelum evaluasi terhadap pencapaian kinerja masing-masing koperasi, dirumuskan
sasaran-sasaran strategis dengan pendekatan perspektif finansial, pelanggan, bisnis
internal, serta pertumbuhan dan pembelajaran koperasi yang disajikan pada Gambar 1. Hal
ini dilakukan melalui Focus Group Discuccion (FGD) dengan manajer dan
beberapa pengelola koperasi. Perumusan sasaran strategis pada Koperasi Warga Mulya
dilakukan berdasarkan telaah terhadap target-target pengembangan koperasi dan hasil
wawancara. Sasaran strategis dan indikator yang dapat menjadi tolak ukur dalam penilaian
kinerja internal Koperai Warga Mulya diringkas dalam Tabel 2.
Tabel 2. Ukuran kinerja Koperasi Warga Mulya dengan Balanced Scorecard
Sasaran Strategis Lag Indicator Lead Indicator
• Pertumbuhan koperasi • Pertumbuhan SHU • Pertumbuh
F • Kemudahan • Return on Asset an
menghimpun dana (ROA) pendapata
eskternal • Debt to total asset n
• Total hutang
• Mengembangkan pasar • Produktivit • Harga dan
• Pemanfaatan aktiva
susu segar as kualitas produk
P • Meningkatkan daya pelanggan • Kepuasan anggota
tarik koperasi • Persentase
anggota aktif
I • Meningkatkan manfaat • Peningkatan harga • Harga jual rata-rata
bagi anggota beli ke anggota • Efisiensi
• Meningkatkan • Rasio beban biaya
kapabilitas anggota terhadap operasional
• Meningkatkan pendapatan • Pengawasan dan
efisiensi ekonomis • Pertumbuhan motivasi bagi
produksi anggota anggota
P • Meningkatkan • Rasio karyawan • Pelatihan,
& kapabilitas karyawan cakap komputer motivasi, dan,
P • Keterampilan • Jumlah kegiatan reward
anggota alam pembinaan • Kemitraan
berkoperasi anggota dengan pihak
eksternal
Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal
Indikator kinerja yang ditetapkan selanjutnya menjadi tolak ukur dalam menentukan
kondisi internal koperasi. Berdasarkan hasil observasi dan perhitungan kinerja, kinerja pada
perspektif finansial sudah cukup baik dan perlu dipertahankan. Namun demikian,
pembiayaan koperasi melalui hutang masih sangat besar. Untuk terus melakukan perbaikan
pada segi finansial, koperasi perlu meningkatkan simpanan dan modal cadangan agar
rasio akibat berhutang semakin kecil.
Pada perspektif bisnis internal, kelemahan dipicu oleh harga beli susu yang yang
belum memuaskan. Pertumbuhan produksi anggota dan rasio beban terhadap pendapatan
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 287

