Page 371 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 371

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               Produksi Jagung (QJG)
                      Hasil  analisis  persamaan  model  produksi  jagung  dapat  dilihat  pada  tabel  6.8.  Pada
                                                              2
               tabel dapat dilihat nilai koefisien determinasi (R ) sebesar 0,97. Hal ini dapat diartikan bahwa
               variasi  variabel  endogen  dapat  dijelaskan  sebesar  97%  oleh  semua  variabel  eksogennya,
               sedangkan sisanya sebesar 3% dijelaskan variabel eksogen lainnya di luar model.

               Tabel 6.4 Model Perilaku Produksi Jagung (QJG)
                                              Koefisien
                Variabel                                     T       Prob-T     Ket,
                                              Parameter
                Intercept                     0,460157       0,11    0,9147     ts
                LHJG                          1255,437       3,65    0,0013     *
                TKJG                          0,989593       0,19    0,8480     ts
                UREAJG                        0,289047       0,15    0,8850     ts
                ZAJG                          0,012000       0,01    0,9934     ts
                BNHJG                         22,6147        -1,57   0,1306     **
                Koefisien Determinasi (R )    0,97861        ts  : tidak signifikan
                                       2
                F value                       219,65         *   : tingkat kesalahan 0,05
                Prob-F                        <,0001         ** : tingkat kesalahan 0,15
                   Sumber: Hasil Analisis, 2012

                      Sedangkan, dari hasil pengujian uji F didapatkan nilai Prob F sebesar <0,0001 yang
               berarti bahwa secara keseluruhan variabel eksogen yang menyusun model berpengaruh nyata
               terhadap  variabel  endogennya  yang  ditunjukan  dengan  nilai  Prob  F  yang  lebih  kecil  dari
               tingkat signifikansi (α = 0,05). Variabel luas lahan usahatani jagung berpengaruh secara nyata
               terhadap  produksi  jagung.  Koefisien  parameter  dari  variabel  luas  lahan  usahatani  jagung
               menunjukan  nilai  positif  1255,437  yang  berarti  bahwa  setiap  kenaikan  1  satuan  luas  luas
               lahan usahatani jagung maka akan meningkatkan produksi jagung sebesar 1255,437 satuan.
               Jadi  bisa  dikatakan  bahwa  luas  lahan  usahatani  jagung  mempunyai  pengaruh  yang  positif
               terhadap  produksi  jagung,  sehingga  hal  ini  sesuai  dengan  hipotesis  awal  yang  dibentuk.
               Variabel  benih  jagung  berpengaruh  secara  nyata  terhadap  produksi  jagung.  Koefisien
               parameter  variabel  benih  jagung    menunjukan  nilai  positif  sebesar  22,6147  yang  berarti
               bahwa  setiap  kenaikan  1  satuan  benih  jagung  akan  meningkatkan  produksi  jagung  sebesar
               22,6147 satuan. Sehingga bisa dikatakan bahwa  benih  jagung mempunyai  pengaruh positif
               terhadap produksi jagung.

               Produksi Tebu (QTB)
                      Hasil analisis persamaan model produksi tebu dapat dilihat pada tabel 6.8. Pada tabel
                                                           2
               dapat  dilihat  nilai  koefisien  determinasi  (R )  sebesar  0,99.  Hal  ini  dapat  diartikan  bahwa
               variasi  variabel  endogen  dapat  dijelaskan  sebesar  99%  oleh  semua  variabel  eksogennya,
               sedangkan sisanya sebesar 1% dijelaskan variabel eksogen lainnya di luar model. Sedangkan,
               dari hasil pengujian uji F didapatkan nilai Prob F sebesar <0,0001 yang berarti bahwa secara
               keseluruhan  variabel  eksogen  yang  menyusun  model  berpengaruh  nyata  terhadap  variabel
               endogennya yang ditunjukan dengan nilai Prob F yang lebih kecil dari tingkat signifikansi (α
               = 0,05).











                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    360
   366   367   368   369   370   371   372   373   374   375   376