Page 375 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 375

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                  VOLATILITAS SPILLOVER PADA PASAR GULA DUNIA DAN PASAR GULA
                                                      DOMESTIK

                                                                   2
                                                  1*
                                     Fitrotul Laili , Ratya Anindita , Budi Setiawan 3

                1,2,3 Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl.
                                                  Veteran, Malang 65145

                           Korespondensi Penulis: Fitrotul Laili, laili.brawijaya.university@gmail.com


                                                         Abstrak

               Volatilitas  spillover  merupakan  transmisi  volatilitas  harga  yang  terjadi  dari  pasar  dunia  ke  pasar
               domestik,  sehingga  volatilitas  spillover  merefleksikan  co-movement  variasi  harga  pada  pasar-pasar
               tersebut. Hubungan antara harga dan variasinya antara pasar dunia dan pasar negara berkembang dapat
               dijadikan pijakan untuk merumuskan suatu kebijakan. Peningkatan yang terjadi pada volatilitas harga
               komoditas  pangan  dapat  memberikan  implikasi  negatif  bagi  kesejahteraan  ekonomi  negara
               berkembang yang mana komoditas pertanian sebagai mata pencaharian utama dan merupakan bahan
               makanan pokok. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat terjadinya volatilitas spillover pada
               pasar gula dunia dan pasar gula domestik. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini
               antara lain: metode Multivariate GARCH yakni BEKK untuk melihat terjadinya volatilitas spillover.
               Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai parameter BEKK lebih tinggi pada volatilitas spillover
               yang terjadi antara harga gula rafinasi (refined sugar) dan harga gula domestik, hal ini dimungkinkan
               karena  tingginya  tingkat  kebutuhan  gula  rafinasi  oleh  industri  pengolahan  makanan  dan  minuman
               dalam negeri sehingga kenaikan volatilitas harga yang terjadi pada harga gula rafinasi (refined sugar)
               akan  segera  direspon  dengan  kenaikan  volatilitas  harga  gula  domestik.  Selain  itu,  dibandingkan
               dengan harga gula mentah, kenaikan harga gula rafinasi dari tahun ke tahun jauh lebih besar, sehingga
               volatilitas yang dimilikinya pun semakin besar.

               Kata kunci: transmisi, volatilitas, volatilitas spillover, pasar gula dunia, pasar gula domestik



               1.  Pendahuluan
                        Volatilitas  harga  menggambarkan  faktor  resiko  dari  penawaran  yang  penting,
               terutama  pada  komoditas  pertanian.  Harga  komoditas  pertanian  cenderung  menjadi  lebih
               volatile  karena  faktor  musiman,  permintaan  yang  inelastis  dan  ketidakpastian  produksi
               (Schneph, 2005 dalam Lepetit, 2011) dan juga karena beberapa komoditas pertanian, terutama
               buah-buahan,  sayur-sayuran  dan  daging  tidak  tahan  lama.  Fluktuasi  harga  menjadi  resiko
               harga yang signifikan. Kenaikan volatilitas harga menyebabkan ketidakpastian harga di masa
               mendatang menjadi semakin lebih tinggi (Lepetit, 2011). Sehingga, kenaikan volatilitas harga
               menyebabkan ketidakpastian harga di masa  mendatang  yang dapat berdampak pada respon
               penawaran dan pendapatan petani.
                        Element  perubahan  harga  merupakan  hal  yang  wajar  dan  diharapkan  dalam  pasar
               bebas,  tetapi  volatilitas  harga  yang  tinggi  pada  komoditas  pangan  dan  bahan  pokok  pada
               beberapa  tahun  terakhir  menyebabkan  beberapa  permasalahan  bagi  pengusaha,  petani  dan
               pelaku  pasar  yang  ada  dalam  supply  chain  (O’Connor  and  Keane,  2011).  Pada  pasar  gula
               dunia variasi harga selain disebabkan oleh kebijakan Brasil sebagai ekportir utama gula dunia,
               nilai  tukar mata uang  Brasil  yang berpengaruh  pada biaya produksi, produksi ethanol-gula
               dalam perdagangan membentuk harga gula dunia, juga disebabkan oleh terjadinya penurunan






                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    364
   370   371   372   373   374   375   376   377   378   379   380