Page 379 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 379

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               gula  mentah  (raw  sugar)  dan  harga  gula  domestik  dipengaruhi  oleh  variance  harga  pada
                                                                             2
                                                                        2
               waktu sebelumnya. Selanjutnya. koefisien kovarian dari v Wt-1v Dt-1 signifikan terhadap taraf
               signifikansi  10%.  Hal  ini  menunjukkan  kovarian  harga  gula  domestik  bergantung  pada
               kovarian harga gula mentah (raw sugar), yang menunjukkan bahwa antara harga gula mentah
               (raw  sugar)  dan  harga  gula  domestik  terdapat  volatilitas  spillover.  Pada  Tabel  1  diatas
                                                            2
                                                                  2
               ditunjukkan bahwa nilai parameter BEKK (v Wt-1 v Dt-1) sebesar 0.44. Hal ini menunjukkan
               bahwa kenaikan volatilitas  pada harga  gula mentah (raw sugar) sebesar 1% akan direspon
               dengan kenaikan volatilitas harga gula domestik sebesar 44%. sehingga fluktuasi harga yang
               akan terjadi tinggi.
                      Selanjutnya  pengujian  volatilitas  spillover  juga  dilakukan  pada  harga  gula  rafinasi
               (refined sugar) dan harga gula domestic yang mana hasil pengujiannya disajikan pada Tabel
               2.

               Tabel 2. Conditional Variance Equation (MGARCH-BEKK) Harga Gula Rafinasi (Refined
                        Sugar) dan Harga Gula Domestik
                                                                      Nilai
                cDD                                                 0.078634
                CFF                                                 1.077575
                 2
                v Dt-1                                              0.000237
                hDDt-1                                              1.009366
                CFF                                                 1.077575
                 2
                v Ft-1                                              0.085069
                HFFt-1                                              0.872601
                CFD                                                 0.025445
                      2
                 2
                v Ft-1 v Dt-1                                       0.938496**
                HFDt-1                                              0.004493
               Keterangan : **menunjukkan probabilitas signifikan terhadap taraf signifikansi 10%.

                      Pada  Tabel  2  dapat  dilihat  bahwa  nilai  parameter  estimasi  GARCH  lebih  besar
               dibandingkan  nilai  parameter  estimasi  ARCH,  hal  ini  menunjukkan  bahwa  variance  harga
               gula  rafinasi  dan  harga  gula  domestik  dipengaruhi  oleh  variance  harga  pada  waktu
                                                                           2
                                                                      2
               sebelumnya.  Selanjutnya.  koefisien  kovarian  dari  v Wt-1v Dt-1  signifikan  terhadap  taraf
               signifikansi  10%.  Hal  ini  menunjukkan  kovarian  harga  gula  domestik  bergantung  pada
               kovarian harga gula rafinasi, yang menunjukkan bahwa antara harga gula rafinasi dan harga
               gula  domestik  terdapat  volatilitas  spillover.  Pada  Tabel  2  diatas  ditunjukkan  bahwa  nilai
                                   2
                                         2
               parameter BEKK (v Wt-1 v Dt-1) sebesar 0.93. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan volatilitas
               pada  harga  gula  rafinasi  sebesar  1%  akan  direspon  dengan  kenaikan  volatilitas  harga  gula
               domestik sebesar 93%, sehingga fluktuasi harga yang akan terjadi sangat tinggi.
                      Volatilitas spillover yang terjadi antara harga gula rafinasi dengan harga gula domestik
               cenderung  lebih  tinggi  dibandingkan  dengan  volatilitas  spillover  yang  terjadi  antara  harga
               gula mentah dengan harga gula domestik. Hal ini terjadi karena harga gula rafinasi memiliki
               kecenderungan  kenaikan  harga  pada  pasar  gula  dunia  lebih  besar  dan  lebih  cepat
               dibandingkan  dengan  harga  gula  mentah  (raw  sugar).  Selain  itu,  tingkat  kebutuhan  gula
               rafinasi di Indonesia sangat tinggi selain digunakan untuk industri pengolahan makanan dan
               minuman, juga dikonsumsi langsung oleh rumah tangga karena tekstur dan kualitasnya yang
               hampir sama dengan white sugar. Yang pada akhirnya mendorong lonjakan permintaan akan
               gula rafinasi setiap tahunnya.
                      Keadaan  diatas  dipicu  oleh  adanya  tingkat  ketergantungan  Indonesia  yang  cukup
               tinggi  terhadap  gula  impor,  Sehingga  tercipta  suatu  ketergantungan  kepada  negara-negara
               penghasil dan pengekspor gula terbesar di dunia. Selain itu, keadaan pasar gula dunia yang
               cukup  bergejolak,  yang  mana  beberapa  tahun  terakhir  ini  tingkat  produksi  gula  dunia




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    368
   374   375   376   377   378   379   380   381   382   383   384