Page 383 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 383
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
mengurusi program yang dijalankan oleh kelompok tani. Jalanya kelompok tani ditentukan
oleh orang-orang tersebut. Mereka yang aktif dalam kegiatan kelompok tani juga tidak
sepenuhnya akan mendukung jalanya sebuah kegiatan/program yang dijalankan oleh
Kelompok Tani. Secara prisip mereka yang aktif terbagi menjadi 3 group yaitu pelaksana
program (task role), peran pemeliharaan (maintenance role), dan peran penghambat (Blocking
role) (Umstot, 1988).
Dalam penelitian ini akan mengambil studi kasus pada Asosiasi Srdonoretno dimana
peran pelaksana program dijalakan mereka yang muda dan memiliki semangat dalam
melakukan perubahan. Peran sebagai pemelihara ini bisanya dijalan oleh para sesepuh
kelompok. Peran penghambat adalah yang biasanya aktif dalam forum tetapi tidak aktif dalam
pelaksaan progam. Selain itu ada juga yang menjadi penghambat program adalah anggota
tidak aktif sehingga dia tidak mengetahui tujuan program dan mereka cenderung memiliki
pemikiran negatif terhadap program yang sedang berjalan.
2. Tinjaun Pustaka
Gruop Roles
Groups roles atau prean peran kelompok dalam hal ini peran-peran anggota
kelompook dalam proses aktivitas kelompok mencapai tujuan ada 3 peran dalam kelompok,
yakni task roe, maintenance role dan blocking role (umstot, 1988)
Peran Palaksana
Peran pelsana tugas ini adalah peran yang biasanya dilakukan oleh pengurus kelompok.
Peran tersebut digunakan dalam mendukung terlaksaya program-program yang dilakukan
oleh kelompok. Peran-peran tersebut misanya dalah mencari informasi, memberikan gagasan,
melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan, dan merangkum apa-apa saja yang
menjadi usul dan juga pendapat yang diberikan oleh anggota. Dalam organisasi kelompok tani
biasanya dilakukan secara sukarala tanpa mengharapkan imbalan.
Peran Pemelihara
Peran pemelihara bisanya dimaikan oleh pengurus kelompok. Peran pemelihara sangat
diperlukan dalam sebuah organisasi. Peran pemelihara misalnya memberikan sememangat
meberikan motivasi, membuka sekat komunikasi anatar anggota. Peran pemelihara sangat
terasa manfaatnya jika sebuah organisasi mengalami sebuah kebuntuan dalam menjalakan
program, bisanya kebutuan tersebut disebabkan konflik antar anggota. Peran ini berusaha
menjaga harmoni kelompok terjaga sehingga kelompok akan mencapai tujuan yang sudah
dicanangkan.
Peran Pengacau
Peran pengacau dalam kelompok adalah peran yang dimainkan oleh anggota dan
mungkin juga oleh pengurus. Peran itu misanya dalah mendominasi pembicaraan, tidak
menghargai pendapat orang lain, maunya menang sendiri, tidak sopan dan adanya kepetingan
tersebunyi/agenda pribadi dalam sebuah organisasi. Orang yang memainkan peran ini
seringkali mengacau sebuah program yang sedang berjalan kerena beberapa hal diantaranya
adalah; kekecewaan, agenda tersebunyi dan sebagainya. (Hariadi,2011)
Ketiga peran tersebut ada didalam aktifitas kelompok bergumul dalam berbagai
aktivitas kelompok. Apabila peran pelaksana dan peran pemelihara dominan akan mebuat
kelompok tarus maju dan mencapai tujuan yang dicanangkan dan apabila peran pengacau
mendominasi maka kelompok akan sulit mencapi tujuan yang sudah dicanangkan bersama
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 372

