Page 382 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 382
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
GRUOPS ROLES ASOSIASI SRIDNORETNO
1)
Sugeng Riyanto , Muhammad Nur Uddin 2)
1 Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang
2 Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang
Korespondensi Penulis: Sugeng Riyanto, sugengriyanto@ub.ac.id
Abstrak
Tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana pembagian peran dalam Asosiasi Sridonoretno.
Peran anggota Asosiasi Sridnoretno adallah untuk mencapai tujuan bersama. Peran-peran tersebut
adalah task role, maintenance role, dan bloking rule (Umstot, 1988). Penelitian ini menggunakan
pendekatan analisis deskriptif. Asosiasi Sridnoretno adalah gabungan dari 16 kelompok tani yang
berada di Tiga desa yaitu Desa Srimulyo, Baturetno, dan Sukonodo Kecamatan Dampit Kabupetan
Malang. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif
yaitu dengan wawancara secara mendalam (indepth interview), observasi partisipatif, dan
dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1) Dalam Asosiasi Sridnoretno ada peran task
role peran ini di perankan oleh para anggota yang dianggap masih muda dan sudah memiliki
pengalaman dalam melaksanakan program dan biasanya dijalakan oleh ketua-ketua Devisi dalam
struktur organisasi 2) Peran yang kedua adalah peran maintenance role ini diperankan oleh para tokoh
organisasi yang telah lama berkecimpung dalam organisasi dan biasanya berperan sebagai ketua 3)
Peran blocking role juga ada peran bloking rule biasanya dilakukan oleh anggota yang tidak paham
dengan program kegiatan yang dilakukan dan anggota yang kurang aktif dalam kegiatan yang sedang
dijalankan.
Kata kunci: Group Role, Task Role, Maintenance Role
1. Pendahuluan
Organisasi petani merupakan faktor penggerak perubahan dalam paradigma
pembangunan pertanian yang ada di Indonesia, organiasi petani di Indonesia pada umumnya
disebut dengan kelompok tani. Kelompok tani sebagai motor dalam pembangunan pertanian
indonesia. Tanpa adanya kelompok tani dalam komunitas pertanian, pemerintah akan
mengalami kesulitan apabila melakukan introduksi teknologi pertanian. Introduksi teknologi
pertanian akan efektif jika dilakukan dalam kelompok tani (Muis et al, 2008). Selama ini
kelompok Tani dijadikan media mengumpulkan petani dan media petugas penyuluh pertanian
untuk melakukan berbagai kegiatan penyuluhan pertanian. Kegiatan pertanian yang selama ini
sering dilakukan dalam bentuk penyuluhan teknologi pertanian, bantuan alat pertanian, dan
pengembangan program pengembangan usaha yang digerakan oleh kelompok tani. Program
pengembangan usaha biasanya disertani dengan modal yang akan dikelola oleh kelomok tani.
Pengelolaan usaha pertanian diperlukan kemampuan dalam pengelolan usaha dan organisasi.
Untuk memberikan kemampuan tersebut biasanya diadakan serangkean kegiatan pelatihan
untuk menyiapkan perangkat organisasi siap dalam melakukan pegelolaan usaha, senada
dengan pernyaataan suyitman untuk keberlanjutan sebuah program diperlukan kursus,
pelatihan, dan penyuluhan (Suyitman, et al, 2009)
Rangkean kegiatan palatihan biasanya diikuti oleh banyak anggota kelompok tani.
Setalah selesai rangkean kegiatan pelatihan bisanya akan kita dapati kenyataan dimana hanya
beberapa saja yang aktif dalam kegiatan selanjutnya kususnya meraka yang secara sukarela
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 371

