Page 385 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 385
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dalam Asosiasi Sridonoretno pembagian
peran dalam organiasi terbagi menjadi tiga peran yang pertama adalah peran sebagai
pelaksana program yaitu peran aktif dan juga kritis terhadap program yang sedang berjalan
peran ini diperan oleh generasimudan dan juga pengurus organisasi, peran yang kedua adalah
peran sebagai penasehat dan penengah peran ini dilakukan oleh para generasi tua, dan yang
ketiga adalah peran penghambat peran penghambat ini biasanya dilakukan oleh orang-orang
yang tidak paham dengan program kerja organisasi dan mereka yang aktif forum organisasi
tetapi tidak aktif di kegiatan yang sedangkan diprogramkan.
Peran pelaksana (task role) progam adalah peran yang sangat krusial dalam
menentukan keberhasilan sebuah program dalam organisasi. Peran ini biasanya dilakukan oleh
orang-orang yang lebih muda dan memiliki kedudukan dalam struktur organisasi dibagian sub
divisi. Dalam kasus Asosiasi Sridonoretno dalam pelaksanaan program penataan produksi dan
pemasaran kopi pada preode program tahun 2014-2016 dipegang oleh divisi pemasaran.
Devisi pemasaran sangat aktif dalam program ini selain sebagian motor program devisi juga
sebagai juru kampanya organisasi kesetiap kelompok dan anggota di seluruh wilayah tiga
desa. Tanpa adanya kerja keras dari devisi ini program ini tidak akan pernah jalan. Devisi
pemasaran bekerja juga dalam memetakan pasar mulai dari penjajakan pasar, negoisasi pasar,
dan eksekusi penjualan hasil dari program perbaikan penataan produksi dan pemasaran.
Peran yang tidak kalah penting dalam sebuah organisasi adalah peran sebagai
penasehat dan penengah (maintenance role) jika terjadi sebuah masalah dalam organisasi.
Peran ini bisanya dilakukan oleh sesepuh organisasi, yaitu mereka yang sudah sering
memegang peran dalam organisasi dan juga struktur organisai yang tinggi dalam sebuah
organisasi, yaitu ketua organisasi. Dalam kasus pelaksanaan program penataan kopi peran-
peran ini dilakukan oleh ketua asosiasi, sekertaris asosiasi, bendahara asosaisi dan juga oleh
beberapa orang yang sudah lama aktif diorganisasi/sesepuh organisasi. Dalam program
penataan kopi ada beberapa pelaksana program yang tidak aktif dan juga bahkan sebagai
penghambat program. Pengurus organiasi dan sesepuh berusaha mengaktifkan pelaksana
program dan juga menyadarkan mereka yang menjadi penghambat program. Walapun sudah
disadarkan masih ada yang tidak aktif dari pelaksana program makan para pengurus
organisasi terpaksa turun tangan sendiri untuk menggatikan peran yang tidak aktif. Selain
mereka turun tangan sendiri mereka juga melakukan peran peredam konflik diantara
pelaksana program yang aktif dan tidak aktif.
Peran yang sudah dapat dipastikan akan ada dalam sebuah organisasi adalah peran
penghambat (blocking role). Peran penghambat ini dialakukan oleh anggota yang tidak
memahami tujuan dari program yang sedang dijalankan. Pemahaman yang kurang ini
disebabkan oleh berepa faktor yang pertama mereka tidak aktif diorganisasi dan hanya
mendengarkan informasi sepotong-sepotong dari mereka yang aktif, kedua mereka yang aktif
tetapi tidak yakin dengan program yang berjalan karena mereka membutuhkan bukti dari
program yang dijalankan. Orang-orang ini biasanya akan balik mendukung setelah melihat
hasil nyatanya diriprogram yang dilaksankan, ini terbukti dengan aktifnya beberapa orang
setelah mengatahui program ada manfaatnya. ketiga yang menjadi penghambat adallah
mereka yang aktif dalam forum organiasi tetapi tidak ikut aktif dalam pelaksanaan program,
orang-orang seperti ini sangat berbahaya dikerenakan mereka bisanya sangat pandai dalam
berbicara tetapi mereka tidak aktif dalam program. Pembicaraan sedikit banyak akan
mempengaruhi anggota yang lain dan pembicaraanya akan cenderung tidak mendukung
program. Anggota seperti ini bisanya banyak sekali alasanya untuk tidak aktif dalam sebuah
program contoh alasanya adallah; sibuk berkebun, lahan masih kosong, sibuk dikelompok
lokal, dll.
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 374

