Page 388 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 388

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               Tahapan proses  produksi  mencakup teknologi  yang digunakan, kapasitas  mesin  dan proses
               produksinya,  sedangkan  tahapan  output  meliputi  kuantitas  dan  kualitas  produk  termasuk
               menjaminan kualitas produknya. Adanya manajemen dalam agroindustri, diharapkan  sumber
               daya  yang  dimiliki  oleh  perusahaan  dapat  dimanfaatkan  secara  optimal  dengan  tetap
               mempertimbangkan keberlanjutannya.
                      Dengan  mengetahuifaktor  yang  menjadi  indikator  keberhasilan  agroindustri  kakao,
               akansangat  mempengaruhi  pengembangan  usaha  agroindustri  kakao  di  Sumatera  Barat.
               Berdasarkan uraian dan permasalahan  yang telah dipaparkan di atas, maka perlu dilakukan
               suatu penelitian tentang pengembangan agroindustri kakao berkelanjutan di Sumatera Barat.
               Penelitian   mencakup     perumusan     strategi   pengembangan     yang    sesuai   untuk
               diimplementasikan. Penelitian tersebut melibatkan semua unsur pelaku (stakeholder) bidang
               perkebunan  yang  terkait  erat  dengan  pengembangan  agroindustri  kakao  berkelanjutan  di
               Sumatera Barat.  Pemecahan masalah tersebut adalah dengan melakukan identifikasi, analisis
               dan  evaluasi  dari  semua  aspek  antara  lain  ketersediaan  bahan  baku,  proses  manajemen
               produksi, pemasaran dan aspek penunjang lainnya dari sisi berkelanjutan yaitu lingkungan,
               sosial  dan  ekonomi  sehingga  akan  didapatkan  faktor  strategis  yang  berpengaruh  dalam
               pengembangan agroindustri kakao berkelanjutan di Sumatera Barat.



               2.  Metode Penelitian

                      Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode
               yang  menggunakan  kuesioner  sebagai  pengumpul  data  pokok.  Penelitian  survei  dapat
               digunakan  untuk  maksud  penjajakan  (eksplorasi),  yaitu  penelitian  masih  bersifat  terbuka.
               Pengumpulan  data  dilakukan  dengan  studi  literatur  dan  wawancara  terhadap  para
               respondendari kelompok petani kakao, kelompok agroindustri kakao yaitu agroindustri “New
               Adam”  dan  agroindustri  “Chocato”,  dan  instansi  pemerintahan  yang  terkait  dengan
               agroindustri  kakao,  untuk  mendapatkan  factor  -  faktor  yang  mempengaruhi  keberhasilan
               pengembangan  agroindustri kakao di Sumatera Barat dari aspek bahan baku, proses produksi,
               pemasaran  dan  aspek  penunjang  lainnya  yang  dilihat  kesesuaiannya  dengan  konsep
               berkelanjutan yaitu dari aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial.


               3.  Hasil dan Pembahasan
               Mengidentifikasi Faktor-Faktor Keberhasilan
                      Faktor  -  faktor  penentu  keberhasilan    didapatkan  dari  literatur  dan  studi  pustaka
               terhadap  faktor-faktor  yang  mempengaruhi  dalam  pengembangan  agroindustri  kakao  di
               Sumatera Barat.
                      Indrastiet  al.  (2011)  dalam  “Rumusan  Simposium  Nasional  Agroindustri  IV”
               merumuskan  bahwa  agroindustri  perlu  dikembangkan  dengan  mempertimbangkan  prinsip
               keberlanjutan  dengan  mempertimbangkan  keseimbangan  3P  (people,profit,dan  planet)  dan
               implikasi kebijakan memperhatikan tiga aspek, yaitu aspek sosial, ekologi (lingkungan), dan
               usaha  (ekonomi).Berbagai  aspek  agroindusri  yang  dijalankan  selama  ini  perlu  transformasi
               signifikan meliputi aspek pembiayaan, teknologi, manajemen, kelembagaan dan pendidikan.
                      Aspek sosial lebih menitik beratkan pada  tenaga kerja yang memiliki pengetahuan,
               kemampuan (skills) dan pengalaman, serta tenaga kerja yang mampu berpikir secara logis dan
               memiliki kemampuan untuk belajar. Untuk aspek lingkungan agroindustri, Soewono (2005)
               lebih  menfokuskan  pada  konsep  agroindustri  yang  ramah  lingkungan  dengan  melakukan
               pengolahan dan pemanfaatan limbah agroindustry (Soewono,2005).





                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    377
   383   384   385   386   387   388   389   390   391   392   393