Page 392 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 392
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
agroindustri kakao serta permasalahannya.Faktor penentu keberhasilan pada aspek
lingkungan adalah kondisi agroklimat atau kesesuaian lahan daerah Sumatera Barat untuk
dijadikan daerah penghasil kakao.
Kondisi agroklimat Sumatera Barat yang sangat cocok untuk ditanami kakao
merupakan faktor penentu keberhasilan dalam pengembangan agroindustri kakao dari aspek
lingkungan, didukung dengan kebijakan pemerintah dengan adanya program Gernas semakin
menggiatkan petani untuk menanam kakao sehingga luas lahan tanaman kakao di Sumatera
Barat meningkat ± 44% dari 59.610 Ha pada tahun 2008 menjadi 135.048 Ha pada tahun
2012. Jumlah produksi biji kakao juga mengalami peningkatan, akan tetapi jumlah biji kakao
fermentasi masih sangat sedikit sekali sehingga perlu adanya pendampingan dari pemerintah
daerah melalui penyuluh pertanian untuk menggalakkan kepada petani budidaya kakao yang
baik dan melakukan kegiatan fermentasi sehingga agroindustri dapat lebih meningkatkan
kapasitas produksinya.
4. Kesimpulan
1. Faktor keberhasilan untuk pengembangan agroindustri kakao di Sumatera Barat
berdasarkan pada konsep keberlanjutan yaitu aspek ekonomi, aspek sosial dan aspek
lingkungan.
2. Faktor penentu keberhasilan pada aspek ekonomi terdiri dari kualitas bahan baku,
pemasaran produk, ketersediaan sarana prasarana penunjang / infrastruktur, kuantitas
bahan baku, kapasitas produksi, kualitas produk hasil olahan, dan harga bahan baku.
3. Keberhasilan dalam menangani faktor-faktor ini akan memberikan dampak
keberlanjutan bagi pengembangan agroindustri kakao di Sumatera Barat diantaranya :
a)Mengembangkan usaha budidaya tanaman kakao, b) Menambah jumlah outlet –
outlet penjualan sehingga produk lebih dikenal dengan harga lebih murah produk
sejenis lainnya, c)Meningkatkan kegiatan pelaksanaan agroindustri dengan
menggunakan tenaga kerja produktif di sekitar lokasi agroindustri, d) Memperluas
daerah pemasaran dengan mempekerjakan tenaga pemasaran, e) Perlu adanya
kebijakan pemerintah agar seluruh kakao di Sumatera Barat harus difermentasi.
Daftar Pustaka
Badan Pusat Statistik. 2013. Sumatera Barat Dalam Angka 2012. Badan Pusat Statistik
Sumatera Barat. Padang.
Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Barat. 2012. Pengembangan Kakao di Sumatera
Barat.Simposium dan Expo Kakao Nasional 2012 tgl 07 November 2012. Padang.
Indrasti, N.S., Eriyatno, A.A Darwis, Irawadi Jamaran, E.Gumbira Said, Machfud dan Ono
Suparno.2011. Rumusan Simposium Nasional Agroindustri IV “Penguatan
Agroindustri : Gerakan Memakmurkan Bangsa”. Jurnal Teknologi Industri Petanian
IPB. Vol. 21 (3) : 207 – 210.
Mulato, Sri. 2012. Pengembangan Teknologi Pascapanen Pendukung Upaya Peningkatan
Mutu Kakao Nasional.Pusat Penelitian Kopi dan Kakao.Jember.
Mulato,S., Sukrisno W., dan Handaka. 2007. Disain Teknologi Pengolahan Pasta, Lemak dan
Bubuk Cokelat untuk Kelompok Tani.Pusat Penelitian Kopi dan Kakao.Jember.
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 381

