Page 394 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 394

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                  DUKUNGAN FASILITASI UNTUK  PETANI PERKOTAAN (URBAN FARMER)
                   DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN MENGHADAPI MEA 2015

                                                    Rikawanto Eko M

                                            Universitas Tribhuwana Tunggadewi

                              Korespondensi Penulis: Rikawanto Eko M, rikawanto.em@gmail.com


                                                        Ringkasan

               Usaha pertanian di perkotaan (urban farming) menunjukkan potensi yang semakin berkembang seiring
               dengan perkembangan teknologi pertanian itu sendiri.  Sebagian masyarakat yang hidup diperkotaan
               mampu menghasilkan berbagai produk pertanian berupa ternak, ikan segar, dan hortikultura dengan
               memanfaatkan  potensi  lahan  yang  terbatas,  yang  sangat  dikuatirkan  bahwa  diperkirakan  lahan
               pertanian di Surabaya akan habis dalam 15 tahun mendatang. Para pebisnis property terus melakukan
               pembangunan  perumahan  kelas  menengah  atas.  Lahan  pertanian  yang  ada  di  Kelurahan  Made,
               Kecamatan  Sambikerep,  Surabaya  Barat  yang  menjadi  obyek  wisata  agro  berbagai  produk
               hortikultura,  saat  ini  lahan  tersebut  sudah  dikuasai  pengembang  Grup  Ciputra.  demikian  juga  di
               Kelurahan  Bangkingan,  Kecamatan  Karang  Pilang  yang  menjadi  sentra  komoditi  semangka,  melon
               dan  tomat,  saat  ini  lahan  pertanian  di  kawasan  tersebut  dalam  waktu  dekat  akan  berubah  menjadi
               kawasan mewah PT Pakuwon. (Sugiharso,2014).   Dengan adanya keterbatasan lahan yang semakin
               sempit, Dinas Pertanian setempat mendorong pengembangan urban farming kepada petani setempat
               dengan memanfaatkan :  lahan pertanian yang tersisa sekitar 400 ha; lahan pekarangan; dan lahan yang
               belum  dibangun  pengembang,  untuk  ditanami  produk  pangan.  Untuk  1200  petani  yang  tersebar  di
               Lakarsantri, Sambikerep, Gayungan, Bulak, Kenjeran, Sukolilo  agar tetap produktif, berbagai pihak
               memberikan  fasitasi/bantuan  pupuk,  peralatan,  dan  teknik  pengaturan  air  saat  musim  hujan  dan
               kemarau. (Risma,2017).  Dengan dukungan fasilitasi yang diberikan berbagai kalangan, diharapkan
               petani  perkotaan  yang  tersisa  mampu  menghasilkan  produk  pangan,  paling  tidak  untuk  memenuhi
               kebutuhan masyarakat sekitar serta berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan lokal.

               Kata kunci : urban farming, fasilitas, hortikultura, property, wisata agro, Dinas Pertanian, Surabaya.



               1.  Pendahuluan

                      Dengan  mengembangkan  potensi  yang  ada  di  seluruh  kawasan  dimungkinkan
               perkotaan Surabaya memiliki siklus produksi dan komoditi makanan tertutup dan memiliki
               kesempatan  untuk  mempromosikan  swasembada  pangan  selaras  dengan  pengembangan
               industri  menuju  terwujudnya  ketahanan  pangan.  Usaha  pertanian  di  perkotaan  (urban
               farming)  menunjukkan  potensi  yang  semakin  berkembang  seiring  dengan  perkembangan
               teknologi  pertanian  itu  sendiri.    Sebagian  masyarakat  yang  hidup  diperkotaan  mampu
               menghasilkan berbagai produk pertanian berupa ternak, ikan segar, dan hortikultura dengan
               memanfaatkan potensi lahan yang terbatas. Rikawanto (2013) dalam penelitian menjelaskan
               fungsi  Sub  Terminal  Agribisnis  yang  memiliki  peran  penting  sebagai  terminal  dalam  tata
               niaga komoditi sayur dari Kabupaten Malang ke berbagai kota besar di Indonesia termasuk
               Surabaya  membuktikan  tentang  ketergantungan  masyarakat  Surabaya  terhadap  komoditi
               petani sayur di Ngantang, sedangkan dari beberapa hasil penelitian sebelumnya bahwa petani
               lokal  Surabaya  mampu  menghasilkan  beberapa  jenis  komoditi  sayur  dan  buah  yang  cukup
               potensial.  Ada  perubahan  proporsi  urban  rural  di  Jawa,  fakta  menunjukkan  20  tahun  yang
               lalu, Pulau Jawa terdiri dari 70% pedesaan dan 30% kota, sedangkan saat ini terbalik menjadi




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    383
   389   390   391   392   393   394   395   396   397   398   399