Page 399 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 399

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                  PENGEMBANGAN PELATIHAN PENYULUH PERTANIAN LAPANG  MODEL
                 INSTRUKSIONAL ANALYSIS DESIGN DEVELOPMENT EVALUATION (ADDIE)

                                                        Gunawan

                                        Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Malang

                               Korespondensi Penulis: Gunawan, suryagunawan135@gmail.com


                                                         Abstrak

               Model  ADDIE  adalah  sebuah  kerangka  pelatihan  yang  biasa  digunakan  oleh  perancang  dan
               pengembang pelatihan. Membuat program pelatihan Penyuluh Pertanian Lapang yang berbasis model
               ADDIE ini materinya disesuaikan dengan hasil penelitian (Cahyono, 2016) dalam jurnal yang berjudul
               “  Challenges  Facing  Extension  Agents  in  Implementing  the  Participatory  Extension  Approach  in
               Indonesia: A Case Study of Malang Regency in the East Java Region”.  Adapun peserta pelatihan ini
               yaitu  Penyuluh  Pertanian  Lapang  (PPL)  di  Kabupaten  Malang  sebanyak  30  orang.  Pelatihan  ini  di
               lakukan dalam ruangan atau kelas. Tujuan dilaksanakannya pelatihan ini adalah: (1)  Untuk menambah
               pengetahuan dan ketrampilan penyuluh dalam menggunakan ICT, sehingga membantu mempermudah
               pekerjaan dilapangan (2) Untuk memotivasi penyuluh agar dapat memanfaatkan ICT.  Model ADDIE
               adalah sebuah kerangka yang dapat digunakan untuk mengembangkan program pelatihan pemanfaatan
               ICT untuk Penyuluh Pertanian Lapang di Kabupaten Malang. Model ADDIE ini merupakan pedoman
               untuk pelatihan yang terdiri dari lima fase yaitu, Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate.
               Keseluruhan tahapan yang ada pada model ADDIE dapat di implementasikan atau digunakan dalam
               program  pelatihan  untuk  upaya  meningkatkan  kompetensi  dan  pengetahuan  penyuluh  terkait  ICT.
               Dengan  langkah-langkah  ini,  pelatihan  penyuluh  dapat  berjalan  sistematis  dan  akan  menghasilkan
               hasil yang diinginkan.

               Kata Kunci :  Penyuluh, ICT, ADDIE



               1.  Pendahuluan

                      Pada  tahun  1996,  Food  and  Agriculture  Organization  (FAO)  menyelenggarakan
               World  Food  Summit  di  Roma,  Italy.  Dalam  pertemuan  tersebut,  La  Via  Campesina  atau
               organisasi petani internasional, memperkenalkan konsep kedaulatan pangan. Menindaklanjuti
               World  Food Summit  FAO,  pada  tahun 2004,    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui
               Komisi  Hak  Asasi  Manusianya  menegaskan  bahwa  kedaulatan  pangan  adalah  hak  rakyat,
               komunitas-komunitas, dan negeri-negeri untuk menentukan sistem-sistem produksinya sendiri
               dalam  lapangan  pertanian,  perikanan,  pangan  dan  tanah,  serta  kebijakan-kebijakan  lainnya
               yang secara ekologi, sosial, ekonomi dan kebudayaan sesuai dengan keadaan-keadaan khusus
               masing-masing. Dari uraaian diatas, sangat jelas bahwa isu kedaulatan pangan telah menjadi
               isu global dan nasional dalam upaya untuk menghapuskan kelaparan, kemiskinan di pedesaan.
                      Berbicara  tentang  keberlanjutan  pertanian,  khususnya  dalam  menyediakan  pangan,
               sangat  tergantung  pada  kualitas  Sumber  Daya  Manusia  (SDM)  pertanian.  Sumberdaya
               pertanian  yang  dimaksud,  selain  petani  termasuk  juga  penyuluh  pertanian  atau  fasilitator
               petani.  Menurut  Undang-undang  tentang  sistem  pendidikan  nasional  (Sisdiknas),  Undang-
               undang  guru  dan  dosen,  dan  Undang-undang  Nomor  16  tahun  2006  tentang  sistem
               penyuluhan  pertanian,  perikanan  dan  kehutanan  bahwa  kompetensi  yang  perlu  dimiliki
               seorang  penyuluh  meliputi  kompetensi  personal,  kompetensi  profesional,  kompetensi
               andragogik,  dan  kompetensi  sosial.  Kompetensi  tersebut  diatas  tidak  akan  dapat




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    388
   394   395   396   397   398   399   400   401   402   403   404