Page 373 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 373

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                      Sedangkan produksi usahatani jagung rumahtangga petani dipengaruhi oleh luas lahan
               jagung dengan pengaruh positif sebesar 1255,437 satuan dan benih jagung dengan pengaruh
               positif sebesar 22,6147 satuan. Kemudian untuk produksi usahatani tebu rumahtangga petani
               dipengaruhi  oleh  luas  lahan  tebu  dengan  pengaruh  positif  sebesar  5007,603  satuan,
               penggunaan  pupuk  Urea  usahatani  tebu  dengan  pengaruh  negatif  sebesar  7,71855  satuan.
               Sehingga bisa dikatakan bahwa penggunaan pupuk urea usahatani tebu mempunyai pengaruh
               negatif terhadap produksi tebu, dimana jika penggunaan pupuk urea dilakukan secara terus
               menerus justru nantinya akan mengurangi produksinya.
                      Penggunaan  pupuk  Za  usahatani  tebu  dengan  pengaruh  positif  sebesar  5,154984
               satuan.  Sehingga  bisa  dikatakan  bahwa  penggunaan  pupuk  za  usahatani  tebu  mempunyai
               pengaruh  positif  terhadap  produksi  usahatani  tebu.  Hal  ini  berbanding  terbalik  dengan
               penggunaan pupuk urea untuk usahatani tebu mengingat bahwa komoditas tebu membutuhkan
               kandungan za dalam tanah yang cukup banyak, sehingga peningkatan penggunaan pupuk za
               akan berbanding lurus dengan peningkatan produksinya.

               Saran
                      Dengan  memperhatikan  kesimpulan  penelitian  diatas  maka  dapat  diperoleh  saran
               penelitian sebagai berikut :
                 1.  Program  pelatihan  atau  peningkatan  ketrampilan  sangat  diperlukan  bagi  rumahtangga
                   yang berlahan sempit untuk memasuki sektor kegiatan off farm
                 2.  Peningkatan  teknik  budidaya  juga  sangat  diperlukan  rumahtangga  petani  dengan
                   pengusahaan  lahan  sedang  dan  luas,  dengan  tujuan  agar  dapat  meningkatkan
                   produktivitas lahan baik sawah maupun lahan kering.
                 3.  Perlu adanya perbaikan sarana dan prasarana yang memadai sehingga penggunaan tenaga
                   kerja keluarga dapat dialokasikan dengan baik untuk kegiatan usahatani baik lahan sawah
                   maupun  lahan  kering.  Hal  ini  dapat  meliputi  penyediaan  sarana  pada  usahatani  sawah
                   yang  juga  tersedia  sarana  usahatani  lahan  kering,  sehingga  mampu  memberikan
                   pengadaan  sarana  input  sampai  ke  pemasaran  produk.  Demikian  pula  halnya  dengan
                   penyediaan pasar output yang terintegrasi antara usahatani lahan sawah dan lahan kering.



               Daftar Pustaka


               Becker, G.S. 1965. A Theory of The Allocation of Time. The Economic Journal. Pp. 493-517.

               Barnum HR, Squire L. 1979. A Model of Agriculture Household : Theory and Evidence. The
                        John Hopkins University Press Baltimore.

               Maleha.  2007.  Perilaku  Rumah  Tangga  Petani  Dalam  Pencapaian  Ketahanan  Pangan.
                        Disertasi. Malang : Program Pasca Sarjana Universitas Brawijaya.

               Manning, C. 2000. Labourmarket Adjustment to Indonesia.s Economic crisis : context, trend,
                        and implications. Bulletin of Indonesian Economic Studies (BIES) 36 (1) 105-136.

               Lokollo, E. M. 2001. Market Dependency and Household Food Consumption in East Java,
                        Indonesia. Jurnal Agro Ekonomi, 19 (2) : 17-35.







                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    362
   368   369   370   371   372   373   374   375   376   377   378