Page 370 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 370
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
lainnya yang tidak dimasukkan ke dalam model. Begitu pula dengan hasil uji F yang
menunjukan bahwa secara keseluruhan variabel eksogen yang menyusun model secara
bersama-sama berpengaruh nyata terhadap variabel endogen dengan taraf signifikasi 0,05. Hal
ini ditunjukan dengan nilai probabilitas F yang sebesar < 0,0001 lebih kecil dibanding dengan
taraf signifikasinya (α = 0,05). Sedangkan hasil uji t dijelaskan tersendiri pada masing-
masing persamaan model.
Produksi Padi (QPDI)
Hasil analisis persamaan model produksi padi dapat dilihat pada tabel 6.7. Pada tabel
2
dapat dilihat nilai koefisien determinasi (R ) sebesar 0,99. Hal ini dapat diartikan bahwa
variasi variabel endogen dapat dijelaskan sebesar 99% oleh semua variabel eksogennya,
sedangkan sisanya sebesar 1% dijelaskan variabel eksogen lainnya di luar model. Sedangkan,
dari hasil pengujian uji F didapatkan nilai Prob F sebesar <0,0001 yang berarti bahwa secara
keseluruhan variabel eksogen yang menyusun model berpengaruh nyata terhadap variabel
endogennya yang ditunjukan dengan nilai Prob F yang lebih kecil dari tingkat signifikansi (α
= 0,05).
Tabel 6.3 Model Perilaku Produksi Padi (QPDI)
Koefisien
Variabel T Prob-T Ket,
Parameter
Intercept - 87,0446 - 1,07 0,2952 ts
LHPDI 6685,413 3,33 0,0028 *
TKPDI 58,27784 1,31 0,2025 ts
UREAPDI 4,436329 0,94 0,3548 ts
ZAPDI - 10,2657 - 2,13 0,0436 *
BNHPDI 59,86388 3,16 0,0043 *
2
Koefisien Determinasi (R ) 0,99864 ts : tidak signifikan
F value 3515,95 * : tingkat kesalahan 0,05
Prob-F <,0001 ** : tingkat kesalahan 0,10
Sumber: Hasil Analisis, 2012
Variabel luas lahan padi berpengaruh secara nyata terhadap produksi padi. Koefisien
parameter dari variabel luas lahan padi menunjukan nilai positif 6685,413 yang berarti bahwa
setiap kenaikan 1 satuan luas lahan padi maka akan meningkatkan produksi padi sebesar
6685,413 satuan. Jadi bisa dikatakan bahwa luas lahan padi mempunyai pengaruh yang positif
terhadap produksi padi, sehingga hal ini sesuai dengan hipotesis awal yang dibentuk. Variabel
penggunaan pupuk za padi berpengaruh secara nyata terhadap produksi padi. Koefisien
parameter variabel penggunaan pupuk za padi menunjukan nilai negatif sebesar 10,2657 yang
berarti bahwa setiap kenaikan 1 satuan penggunaan pupuk za padi justru akan menurunkan
produksi padi sebesar 10,2657 satuan. Sehingga bisa dikatakan bahwa penggunaan pupuk za
untuk usahatani padi mempunyai pengaruh negatif terhadap produksi padi, dimana jika
penggunaan pupuk za dilakukan secara terus menerus justru nantinya akan mengurangi
produksi padi. Variabel benih padi berpengaruh secara nyata terhadap produksi padi.
Koefisien parameter variabel benih padi menunjukan nilai positif sebesar 59,86388 yang
berarti bahwa setiap kenaikan 1 satuan benih padi akan meningkatkan produksi padi sebesar
59,86388 satuan. Jadi hal ini sesuai dengan hipotesis awal yang dibentuk yaitu benih padi
mempunyai pengaruh positif terhadap produksi padi. Hasil penelitian ini sesuai dengan
penelitian Maleha (2008) yang menyatakan bahwa produksi setara padi dipengaruhi oleh luas
lahan garapan, jumlah pupuk, jumlah benih dan total hari kerja untuk tanaman.
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 359

