Page 365 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 365
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
(Singh, et al., 1986) adalah suatu fungsi utilitas tunggal yang dihadapi oleh rumahtangga
petani. Fungsi ini dapat dinyatakan dalam persamaan berikut (2.1) :
U = U (Xa, Xm, XL) ....................................................(2.1)
Dimana :
U = Utilitas rumah tanga yang ingin dicapai
Xa = Konsumsi komoditas hasil usahatani sendiri
Xm = Konsumsi komoditas yang dibeli dipasar
XL = Konsumsi waktu santai (Leisure)
Dengan tujuan untuk memaksimumkan fungsi utilitas diatas, rumahtangga petani
terkendala beberapa hal, antara lain : alokasi waktu kerja, produksi dan pendapatan tunai.
Kendala tersebut akan dibahas secara rinci sebagai berikut :
Konsep Kendala Produksi
Sebagai model dasarnya, produksi usahatani rumahtangga petani diasumsikan sebagai
fungsi penggunaan faktor produksi tetap dan total alokasi tenaga kerja untuk usahatani (input
variabel). Dalam alokasi tenaga kerja seluruh anggota rumahtangga harus mempertimbangkan
biaya oportunitas waktu dari masing – masing anggota rumahtangganya. Alokasi waktu antar
komoditi dan diantara anggota – anggota yang efisien akan menyebabkan alokasi kerja yang
berbeda di antara mereka. Anggota rumahtangga yang relatif lebih efisien bekerja pada pasar
tenaga kerja akan mengalokasikan waktu kerja lebih banyak dibandingkan anggota – anggota
rumah tangga lainnya, yang dianggap lebih efisien bekerja di sektor domestik (on farm)
(Navera, 1982)
Secara matematisnya fungsi penggunaan faktor produksi tetap dan total alokasi tenaga
kerja untuk usahatani (input variabel) dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut (2.3)
:
Q = Q (L,A)
...................................................(2.3)
Dimana :
Q = Produksi usahatani
L = Total alokasi tenaga kerja untuk usahatani sebagai input varibel
A = Faktor produksi tetap
3. Metodologi
Identifikasi model dilakukan untuk menentukan model pendugaan parameter suatu
model persamaan simultan. Identifikasi pada masing-masing persamaan atau model dilakukan
berdasarkan atas rumus K-k > m-1 (Koutsoyianis, 1975). Dimana seluruh persamaan
menunjukkan hasil yang semuanya adalah overidentified. Maka dari itu analisis dalam
peneltian ini dilakukan dengan menggunakan model ekonometrika dengan sistem persamaan
simultan (2SLS) yang meliputi analisis perilaku ekonomi rumahtangga dan analisis validasi
model. Spesifikasi model pengaruh faktor produksi usahatani rumahtangga petani ini
dikelompokkan menjadi dua blok. Blok yang pertama adalah blok input produksi yang terdiri
dari 14 persamaan. Blok kedua adalah blok produksi yang terdiri dari 7 persamaan.
Spesifikasi model persamaan simultan dari kedua blok tersebut dalam penelitian ini akan
diuraikan sebagai berikut :
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 354

