Page 362 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 362

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                ANALISIS PENGARUH FAKTOR PRODUKSI USAHATANI LAHAN SAWAH DAN
                LAHAN KERING PADA EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI  DI KECAMATAN
                                          WAJAK KABUPATEN MALANG

                                                  Febriananda Faizal  1)

                   1)  Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang

                            Korespondensi Penulis: Febriananda Faizal, febrianandafaizal@gmail.com


                                                         Abstrak

               Secara  rasional  tujuan  dari  suatu  rumahtangga  khususnya  adalah  rumahtangga  petani  adalah  untuk
               memaksimalkan  kepuasan  (utility).  Dalam  hal  tersebut  suatu  rumahtangga  dihadapkan  pada  tiga
               macam kendala, yaitu : alokasi waktu, produksi dan pendapatan total. Tujuan dari penelitian ini adalah
               untuk  menganalisis  pengaruh  faktor  produksi  usahatani  (on  farm)  rumahtangga  petani  pada  lahan
               basah dan lahan kering di Dusun Patuk Baran Desa Sukolilo Kecamatan Wajak Kabupaten Malang.
               Metode  penentuan  responden  yang  digunakan  di  dalam  penelitian  ini  menggunakan  teknik  cluster
               sampling yaitu teknik memilih sebuah sampel atau responden dari kelompok-kelompok dari berbagai
               unit  kecil  atau  cluster.  Analisis  perilaku  ekonomi  rumahtangga  dilakukan  dengan  menganalisis
               persamaan  perilaku  ekonomi  rumahtangga  yang  diidentifikasi  ke  dalam  suatu  model  persamaan.
               Analisis  dalam  peneltian  ini  dilakukan  dengan  menggunakan  model  ekonometrika  dengan  sistem
               persamaan simultan (2SLS) yang meliputi analisis perilaku ekonomi rumahtangga dan analisis validasi
               model.  Produksi  usahatani  padi  (lahan  sawah)  rumahtangga  petani  dipengaruhi  oleh  luas  lahan
               usahatani padi dengan pengaruh positif sebesar 6685,413 satuan, penggunaan pupuk za padi dengan
               pengaruh negatif sebesar 10,2657 satuan dan benih padi dengan pengaruh positif sebesar 59,86388
               satuan. Sedangkan produksi usahatani jagung (lahan kering) rumahtangga petani dipengaruhi oleh luas
               lahan  jagung  dengan  pengaruh  positif  sebesar  1255,437  satuan  dan  benih  jagung  dengan  pengaruh
               positif sebesar 22,6147 satuan. Kemudian untuk produksi usahatani tebu (lahan kering) rumahtangga
               petani dipengaruhi oleh luas lahan tebu dengan pengaruh positif sebesar 5007,603 satuan, penggunaan
               pupuk Urea usahatani tebu dengan pengaruh negatif sebesar 7,71855 satuan dan penggunaan pupuk Za
               usahatani tebu dengan pengaruh positif sebesar 5,154984 satuan.

               Kata kunci : ekonomi, rumahtangga, petani, utility, produksi, usahatani


               1.  Pendahuluan

                      Secara umum sistem pertanian di  Indonesia, khususnya  yang menyangkut  budidaya
               pertanian tanaman pangan dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian yaitu pertanian lahan
               basah atau sawah dan pertanian lahan kering. Seperti diketahui, pembangunan pertanian di
               Indonesia  selama  ini  terfokus  pada  peningkatan  produksi  pangan,  terutama  beras.  Usaha
               intensifikasi pertanian di lahan sawah lebih efektif apabila dibandingkan dengan lahan kering,
               sehingga  wajar  kalau  lahan  sawah  memberikan  sumbangan  yang  paling  besar  terhadap
               tingginya peranan subsektor tanaman pangan sebagai bagian dari sektor pertanian. Salah satu
               alternatif  pilihan  yang  diharapkan  dapat  meningkatkan  potensi  produksi  tanaman  pangan
               dalam  rangka  memenuhi  kebutuhan  pangan  adalah  pendayagunaan  lahan  kering.  Selain
               karena  memang  tersedia  cukup  luas,  sebagian  dari  lahan  kering  belum  diusahakan  secara
               optimal sehingga memungkinkan peluang dalam pengembangannya.
                      Pendayagunaan  lahan  kering  khususnuya  di  pedesaan  nantinya  bisa  menyebabkan
               pertumbuhan  perekonomian  yang  cukup  pesat,  meski  belum  sepenuhnya  diimbangi  oleh
               peningkatan struktur pendapatan rumahtangga petani. Hal tersebut disebabkan laju pergeseran




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    351
   357   358   359   360   361   362   363   364   365   366   367